Custom Search

Abu Tumin Blang Bladeh adalah Ulama Tertua di Aceh



Bicara Soal Ulama ya Aceh di Urutan pertama, karena Aceh adalah awalnya Masuk Islam di Indonesia, bagi rakyat Aceh, Haji Muhammad Amin bin Mahmudsyah atau yang lebih dikenal dengan Abu Tumin Blang Bladeh (82 tahun), beliau adalah merupakan sosok ulama kharismatik tertua di Aceh dan ahli dalam segala ilmu Syari’at.



Abu Tumin Blang Bladeh juga ahli Tauhid Haddadiyah dan sangat mudah diterima ketika beliau menyampaikan pengajian tentang qalam-qalam hikmah yang terkandung dalam kitab Syarah Al Hikam.

Dalam suatu percakapan dengan Koran Bireuen di kediamannya, Desa Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Senin (22/6/2015), Abu Tumin menjelaskan, beliau lahir di Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, tahun 1933. Pendidikan agama beliau, sejak kecil diasuh ayahnya, Tgk Mahmudsyah, Pimpinan Dayah Blang Bladeh sebagai generasi kedua memimpin Rangkang (Dayah)  Blang Bladeh yang didirikan ayahnya Tgk Haji Imum Hanafiah (kakeknya Abu Tumin) pada zaman penjajahan Belanda.
Abu Tumin Blang Bladeh
Abu Tumin Blang Bladeh

 Pada tahun 1953-1959 beliau melanjutkan pendidikan agama ke Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan selama 6 tahun. Abu Tumin salah seorang alumni  (murid)  Abuya Syeikh Muda Waly Al Khalidy, tokoh ulama yang paling berpengaruh dalam melahirkan ulama di Aceh.

Abu Tumin juga salah satu Ulama yang menerima tariqat dari Syeikh Abu Hasan Krueng Kale Assyi Al-Falakil, salah seorang tokoh ulama dan juga pejuang kemerdekaan RI.
Masih Menurut Abu Tumin, setelah selesai menuntut ilmu di Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan, pada tahun 1960 kembali ke Blang Bladeh Bireuen untuk mengabdi di dayah yang dipimpin ayahnya, Tgk Mahmudsyah.
Abu Tumin
Abu Tumin Blang Bladeh
Abu Tumin merupakan generasi ketiga yang memimpin dan meneruskan pendidikan Dayah Blang Bladeh sebagai warisan ayahnya Tgk Mahmudsyah, dan kakeknya Tgk Haji Imum Hanafiah yang sudah Almarhum.

Tempat Pendidikan dayah warisan ayah dan kakeknya itu, sebelumnya belum ada nama, hanya disebut Rangkang (Dayah) Blang Bladeh. Kemudian, Abu Tumin memberi nama dayah tersebut, Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh.

Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh, merupakan induk dari beberapa Dayah Salafiah di Aceh yang mendidik santri berciri khas pengajian Ilmu Fiqih, Tauhid  dan tafsir yang sudah dikenal luas masyarakat Aceh dan luar Aceh.

Hingga saat ini, Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh menampaung santri putera dan puteri, Dayah ini memiliki dua kampus di Wilayah Kemukiman Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, dengan jumlah Santri - Santriwati sebanyak 2.100 orang.
Meskipun Abu Tumin Blang Bladeh telah berusia lanjut, tapi ulama kharismatik Aceh itu terus berupaya, agar Dayah Salafiah Blang Bladeh yang sudah banyak melahirkan kader-kader Ulama dan belasan cabang Dayah di Aceh ini, dapat berkembang sepanjang masa.

Abu Tumin Blang Bladeh merupakan satu-satunya ulama kharismatik tertua di Aceh yang masih diberi kesehatan oleh Allah SWT. Selain sebagai pimpinan Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh, beliau juga melaksanakan ceramah rutin dan memberikan pencerahan pengajian akbar majelis taklim. Terutama, tentang aqidah dan ubudiyah kepada masyarakat di beberapa Kabupaten di Aceh.

Masyarakat Aceh mendoakan, beliau sebagai pelita penerang umat diberi kesehatan oleh Allah SWT, agar terus dapat melahirkan generasi kader-kader ulama sebagai pewaris Rasulullah SAW, Semoga Abu Tumin Blang Bladeh  tetap mendapat kesehatan dan kekuatan, Amin Ya Rabbal ’Alamin....



Sumber : koran bireun dot com
")[0]); //]]>