Custom Search

Ribuan Warga Membakar Ludes Pemukiman Gafatar Di Kalimantan Barat


Pemukiman Anggota Organisasi Gafatar Dibakar Massa

Pemukiman Gafatar dibakar massa
Ribuan Warga Membakar Pemukiman Gafatar Kalimantan
Pelanginet Ponsel – Pemukiman Gerakan fajar Nusantara (Gafatar) diserbu ribuan warga yang sudah kesal dengan ulah para pengikut Gafatar mendirikan pemukiman di Desa Moton, Kecamatan Mepawah timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa sore.



Warga bukan hanya melakukan aksi serangan, massa yang berjumlah ribuan tersebut juga membakar rumah-rumah yang didirikan oleh para pengikut gafatar di pemukiman tersebut. Sebanyak puluhan yang dibakar di pemukiman yang dihuni oleh 700-an anggota Gafatar.
Terlihat Puluhan Rumah dibumi hanguskan massa
Kabar burung mengenai penyerangan yang akan dilakukan oleh warga sekitar itu sebenarnya juga sudah beredar sejak sehari sebelumnya. Hingga pada Selasa (19/1/2016), massa mulai melakukan penyerangan ke pemukiman yang dihuni para anggota Gafatar sekitar pukul 15:20 waktu setempat.

Ribuan massa bringas yang sudah kehilangan kesabaran atas apa yang sudah dilakukan oleh anggota Gafatar itu membuat suasana makin tak terkendali hingga akhirnya rumah-rumah itu dibakar.
10 rumah yang dibakar di pemukiman yang dihuni oleh 700 anggota Gafatar

“Kalau tidak diusir nanti lama-lama bisa mempengaruhi warga sekitar,” kata seorang warga.

Para anggota Gafatar yang menghuni rumah-rumah itu hanya bisa berlarian menyelamatkan diri, ada yang terdiri dari anak-anak bahkan juga ada nenek-nenek yang juga berlarian sambil menangis.
Ribuan massa yang sudah kehilangan kesabaran

Aparat gabungan langsung turun dan mengevakuasi warga di pemukiman itu dan mengamankan ke Mapolda Kalimantan Barat krn Suasana yang semakin memanas dan tidak bisa dikendalikan.

Bupati Mampawah Ria Norsan gagal meredam kemarahan warga, hingga akhirnya warga nekat menyerang anggota Gafatar. Bupati mengatakan jika para anggota Gafatar tersebut akan dipulangkan ke daerah asalnya ke Pulau Jawa pada Rabu menggunakan kapal laut.
 
Dari catatan Pemkab Mempawah, warga pengikut Gafatar itu berjumlah sekitar 749 orang. Dari informasi yang dihimpun, mereka datang sejak 6 bulan lalu. Kegiatan yang tampak adalah bercocok tanam.
Ribuan Warga Membakar Ludes Pemukiman Gafatar

Organisasi Gafatar itu disebut merupakan organisasi terlarang yang menyebarkan ajaran yang menginduk pada Nabi palsu Ahmad Musadek. Seperti yang diketahui jika Gafatar merupakan sebuah organisasi yang dilarang oleh pemerintah serta juga Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Sebelumnya organisasi tersebut juga sempat menghilang, namun belakang ini juga kembali ke permukaan setelah banyak pelaporan mengenai orang hilang setelah bergabung dengan organisasi Gafatar.

Di antaranya ratusan warga dari Yogyakarta yang sempat 'hijrah' ke wilayah itu. "Jajaran pemerintah daerah harus menangani," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Yogyakarta Kombes Hudit Wahyudi, Rabu 20 Januari 2016.



Sumber : smeakerdotcom
")[0]); //]]>