Custom Search

BOM JAKARTA


Tiga Orang Mayat korban bom yang diledakkan teroris di Pos Polisi Jalan MH Thamrin
JAKARTA - Indonesia kembali berduka, Bom menghantui Jakarta, sejumlah ledakan dan tembakan terdengar di wilayah Thamrin, Mall Sarinah di Jakarta, 7 orang meninggal dan 23 luka-luka dalam serangan itu, kata kepolisian. Serangan "diduga kuat dilakukan oleh ISIS".



Presiden Jokowi mengatakan "mengecam tindakan yang mengganggu keamanan masyarakat, ketenangan rakyat, dan menebar teror."

Laporan dari Heyder Affan, Christine Franciska, Jerome Wirawan, Isyana Artharini, Pijar Anugerah, dan Ging Ginanjar.


 Baca Juga : Jumlah Korban Bom Jakarta

Mantan Kepala BNPT, Ansyaad Mbai mengatakan "Serangan di Sarinah itu menurut saya sangat terkait para pelaku di Paris itu. Kan mereka sudah pernah dilatih di Suriah, dan di Indonesia, teroris itu kan sudah banyak yang di sana dan banyak yang sudah kembali di Indonesia,".
"Dari sekian banyak dari para jihadis Indonesia di Suriah banyak yang kembali dari Suriah, dan itu baru satu orang yang ditangkap dan diadili sisanya entah ke mana."
"Serangan di masa depan sangat potensial karena di Indonesia itu banyak kelompok kecil yang semuanya berorientasi kepada kayak ISIS. Itu memang cukup simbolik, di pusat kota Jakarta dengan Istana negara itu memang by design mereka memilih target seperti itu."



Lokasi serangan di pusat kota Jakarta adalah sebuah simbol yang kuat, kata Tom Pepinsky, profesor pemerintahan di Cornell University di AS.
"[Itu] adalah mall pertama Indonesia yang bergaya internasional..., agak usang tetapi masih dipahami oleh warga Jakarta sebagai simbol awal dan kuat yang mencerminkan kesejahteraan Indonesia."

Serangan ini oerasinya cukup berbeda dengan aksi militan lain di Indonesia. Kali ini lebih banyak individu dengan senjata dan granat, dari pada pelaku bunuh diri yang bertindak sendiri.
"Ini mengindikasikan bahwa mereka mempersiapkan diri untuk bertempur," katanya dalam blog.
Bom Jakarta





")[0]); //]]>