Custom Search

Kerugian Banjir Pidie Sudah 12,8 Milyar

Kerugian Banjir aceh
Kerugian Banjir Pidie

PELANGINETPONSEL.COM, SIGLI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie sedang mendata kerugian akibat banjir yang melanda kawasan Pidie sejak Minggu, 29 November 2015 kemarin sore. Hingga saat ini, pendataan baru selesai dilakukan di Kecamatan Mutiara Timur dari 16 Kecamatan yang terendam seluruh Kabupaten Pidie, Aceh.

“Di Mutiara Timur saja, kerugian materil berada pada kisaran angka Rp. 12.825.000.000,” kata Apriadi, Kepala BPBD Pidie saat dihubungi Klikkabar com, Senin, 30 November 2015.
Menurut penjelasan Apriadi, di Kecamatan Mutiara Timur saja, banjir merendam hingga 13 Desa, dari 13 desa tersebut, banjir menggenangi hingga 2.686 Kepala Keluarga dan efeknya dirasakan hingga 10.871 Orang.

“Tingkat kerusakan 2.535 unit. Itu totalnya, sudah termasuk rumah, ternak, maupun bangunan lainnya,” kata Apriadi.



Sedangkan di Kecamatan lain, tambah Apriadi lagi, BPBD Pidie masih melakukan pendataan.

“Tadi sudah dilaksanakan rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait. BPBD baru akan mendata hari ini karena semalam kondisinya masih tidak memungkinkan.”
Kerugian total diperkirakan akan lebih besar karena masih ada 15 Kecamatan lainnya yang masih belum masuk dalam pendataan BPBD.

Banjir melanda sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pidie sejak Minggu, 29 November kemarin sore. Satu orang meninggal dunia sementara jalan lintas Keumala - Tangse juga ikut Amblas.

Musibah Banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Pidie pada beberapa hari yang lalu termasuk kategori banjir yang besar, karena banyak rumah penduduk, Dayah / Pesantren, tempat ibadah, jalan, kebun, sawah bahkan nyawa manusia menjadi korban, yang terparah adalah di wilayah Tangse, kemudian diikuti daerah Garot Kecamatan Indra Jaya, dan beberapa wilayah lainnya yang termasuk ke dalam Kecamatan Pidie.

Korban Banjir Tangse

Menurut Serambi News, 2 unit rumah berkontruksi kayu di Kecamatan Tangse, Pidie, dilaporkan rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor, Minggu (29/11/2015).

Rumah milik Azizah (70) warga Gampong Kebun Nilam, Kecamatan Tangse tertimbun bebatuan yang menimpa bagian dapur. Azizah pun mengungsi ke rumah anaknya yang masih berada di desa tersebut.

Sementara rumah kayu milik Nyak Puteh (37) di Gampong Blang Bungong Tangse juga diterjang banjir dengan ketinggian genangan 30 cm. Kondisi rumah kini dipenuhi air bercampur lumpur.

Kondisi terakhir, hingga pukul 20.30 WIB, Minggu (29/11/2015) ruas jalan Tangse ke Beureunuen masih putus akibat longsor. Selanjutnya air dari pegunungan itu turun sehingga badan jalan dan beberapa perkampung tergenang air sekira 30-40 cm.

Masyarakat khawatir bila daerahnya kembali diterjang banjir bandang seperti tahun 2011 silam.

“Kami sangat khawatir banjir lalu datang kembali. Ini hujan masih deras,” ujar Razali, seorang warga Tangse.

Danramil Tangse, Kapten Inf Bahagia dihubungi Serambi, malam tadi mengaku pihaknya terus memantau lokasi dengan membantu masyarakat mengatasi secara darurat.

Menurut portalsatu, hujan deras membuat aliran Sungai Tangse, Krueng Baro Raya dan Krueng Tiro di Kabupaten Pidie meluap. Akibatnya puluhan gampong di sejumlah kecamatan dalam wilayah Pidie dilanda banjir, Minggu, 29 November 2015.

Informasi yang dikumpulkan wartawan, daerah terparah banjir terjadi di Kecamatan Mutiara dan Mutiara Timur. Banjir diperkirakan mencapai ketinggian 2 meter dan merendam ratusan rumah penduduk sekitar pukul 19.30 WIB.

Geuchik Gampong Jojo Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Tgk. Bismi, mengharapkan adanya bantuan evakuasi lantaran banyak warga terjebak dalam rumah mereka.

“Tim SAR tidak nampak, warga banyak terjebak dalam rumah karena banjir datang pas habis maghrib,” katanya.

Dia mengatakan ketinggian air di Gampong Jojo saat ini mencapai dua meter. Bahkan ada sebagian mencapai atap rumah. Namun dia sendiri belum tahu ada korban hanyut atau tidak dalam musibah tersebut.

“Kantor Polsek Mutiara Timur ketinggian air mencapai atap. Warga sangat panik saat ini,” katanya.

Tidak lama kemudian Tim SAR datang, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Apriadi S.Sos mengaku sedang berada di lokasi bersama anggotanya dan tim penolong guna melakukan evakuasi. 
“Ya. Mutiara sangat parah, kita sedang berada di lokasi ini,” katanya.

Selain itu, banjir juga melanda kawasan Tangse, Pidie. Di lokasi ini sejumlah rumah dilaporkan hanyut dibawa banjir, seperti di Desa Kebun Nilam, Tangse.

Apriadi mengatakan banjir juga telah menyebabkan longsor jalan Tangse-Geumpang di Blang Malo sehingga jalur transportasi terputus.

Banjir juga terjadi di Gampong Langga Kecamatan Sakti dan sejumlah desa di Kecamatan Mila serta Kecamatan Sakti



Sumber : tribunnews, portalsatu, klikkabar


")[0]); //]]>