Custom Search

UBDATE Tragedi Mina : Ratusan Jemaah Indonesia Hilang





Awal Kejadian Belasan jemaah haji Indonesia dikabarkan hilang usai terjadi tragedi di Mina, Arab Saudi, Kamis, 24 September 2015, kemarin. Namun, berdasarkan data terbaru yang dirilis Kementerian Agama melalui Kepala Daker Mekah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Arsyad Hidayat, ternyata mencapai 225 orang jumlahnya.
EVAKUASI KORBAN SELAMAT TRAGEDI MINA
Mereka berasal dari berbagai daerah dan kelompok terbang (kloter) antara lain BTH 14, Sub 48, dan JKS 61.

Jumlah korban meninggal dari Indonesia akibat tragedi Mina sebanyak 3 orang. Dua berhasil diidentifikasi dan 1 masih belum jelas identitasnya. Sedangkan 6 orang masih di rawat di rumah sakit.

Arsyad 
Hidayat menyatakan instansinya telah menghubungi para keluarga korban. Sebagai wakil dari pemerintah, mereka menyampaikan turut prihatin dan berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya para jemaah haji korban peristiwa Mina tahun ini 1436H/2015M.
"Kami terus berupaya mencari para jemaah korban peristiwa Mina saat akan melontar jumrah," kata Arsyad.
PHOTO KORBAN TRAGEDI MINA
Arsyad Hidayat menuturkan, cara yang mereka lakukan setidaknya ada dua langkah.

1. Menginventarisir data jemaah dari para Ketua Kloter yang diduga pada waktu tersebut, melintas di sekitar kejadian.

2. Melakukan penyisiran jemaah yang dirawat di seluruh rumah sakit Arab Saudi di kota Mekah.

"Bersama ini kami juga menghimbau agar jemaah mematuhi jadwal melontar jumroh yang sudah diinformasikan kepada para ketua kloter, ketua regu, dan ketua rombongan. Hal ini untuk menghindari resiko akibat kepadatan jemaah. Informasi selanjutnya terkait korban peristiwa Mina akan kami sampaikan sesegera mungkin," tutur Arsyad.

RATUSAN KORBAN MENINGGAL TRAGEDI MINA

Berikut data terkini terkait dengan jemaah haji korban peristiwa Mina sampai dengan Jumat, 25 September 2015 pukul 13.00 Waktu Arab Saudi (WAS):

1. Data jemaah meninggal dunia yang sebelumnya dirilis berjumlah 2 orang, bertambah satu orang yang identitasnya masih dilakukan cross chek dengan pihak terkait.

2. Jemaah yang dilaporkan belum kembali ke tenda di Mina mulai saat kejadian sampai dengan 25 September 2015 pukul 07.00 WAS,
sebanyak 225 orang dengan data sebagai berikut:

a. Kloter BTH 14 sebanyak 14 orang
b. Kloter SUB 48 sebanyak 19 orang
c. Kloter JKS 61 sebanyak 192 orang

3. Jemaah cedera dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit Arab Saudi sebanyak 6 orang dengan data sebagai berikut:

a. Zulaiha Alam dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1306305 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.

b. Ubaid bin Komaruddin dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745300 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.

c. Ending bin Rukanda dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745297 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.

d. Arninda Idris dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1307797 saat ini dirawat di RSAS King Abdullah.

e. Fadillah Nurdin dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1306258 saat ini dirawat Klinik 107 Makkah.

f. Yusniar Abdul Malik dari kloter MES 7 dengan nomor paspor B1060451 saat ini dirawat di RSAS Al Nur.


SUMBER VIVA,co,id






Jangan Gelisah berlebihan kepada keluarga, meski demikian, belum ada kepastian apakah 225 orang jemaah ini termasuk dalam jumlah korban tragedi Mina atau bukan. Diperkirakan masih ada berbagai alasan dan kemungkinan mereka belum kembali ke tenda.

Beberapa alasan yang mungkin terjadi antara lain sedang berada di Masjidil Haram untuk beribadah atau mengunjungi kerabat di maktab lain. Kemungkinan lainnya mereka belum kembali, bisa jadi karena tersesat di suatu tempat.

Tragedi Mina ini terjadi pada Kamis (24/9). Musibah ini bisa terjadi karena jemaah yang saling berdesak-desakan di Mina. Sebanyak 717 orang tewas dalam peristiwa desak-desakan di jalan 204 menuju lokasi melempar jumroh, sedang lebih dari 863 lainnya terluka. 

Namun baru 2 jemaah Indonesia yang meninggal dan bisa teridentifikasi. 
1. Busyaiyah Saleh Abdul Gafar (50), asal Kalimantan Barat, Kloter BTH 14.
2. Hamid Atwii Tarji Rofia (51), asal Probolinggo, Kloter SUB 48.

"Satu korban masih dilakukan crosscheck identitasnya dengan pihak terkait baik rumah sakit maupun maktab," kata Arsyad dalam pernyataannya.

cnnindonesia



")[0]); //]]>