Custom Search

IDUL ADHA MUHAMMADIYAH LEBIH AWAL

Warga Muhammadiyah melaksanakan shalat Idul Adha
JAKARTA, Pimpinan Pusat Muhammadiyah memastikan akan melaksanakan salat Idul Adha tahun ini pada Rabu 23 September 2015, atau sehari lebih awal dari waktu Idul Adha yang telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Agama pada Kamis 24 September 2015.

Ketua Umum PP. Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir mengatakan, hari selasa Muhammadiyah sudah puasa Arafah, dan Rabu sudah Shalat Idul Adha, bersama sejumlah negara lain. Sedangkan pemerintah dan organisasi lain tanggal 24 September 2015 yang bersamaan dengan Arab Saudi.

Terkait perbedaan tersebut PP. Muhammadiyah mengingatkan sebagai hak konstitusional maka siapapun yang berbeda harus saling menghargai dan menghormati.

“Selama titik temu ( penentuan Idul Adha ) itu belum dicapai, sebagai hak konstitusional, siapapun yang berbeda harus saling menghargai,” kata Ketua Umum PP. Muhammadiyah, Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., kepada wartawan seusai bersama pengurus PP Muhammadiyah dan PP Aisyiyah diterima Presiden Joko Widodo, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/9) pagi.


IDUL ADHA MUHAMMADIYAH LEBIH CEPAT DARI PEMERINTAH


Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. menegaskan, Muhammadiyah terus berupaya mencari titik temu yang ke depan bisa satu dengan pemerintah dan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam yang lain. Muhammadiyah bahkan memiliki gagasan yang lebih jauh lagi, yaitu unifikasi kalender hijriah internasional, seperti halnya kalender Masehi yang sudah jadi patokan.

“Tapi selama titik temu itu belum dicapai, sebagai hak konstitusional, siapapun yang berbeda harus saling menghargai,” pesan Haedar.

Para pimpinan Muhammadiyah yang hadir dalam silaturahmi dengan Presiden Jokowi  itu di antaranya Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Prof. Dr. Dadang Kahmad, Drs. H. Dahlan Rais, Dra. Hj. Siti Noordjanah Djohantini ( Ketua Umum PP Aisyiyah ), dan Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed. Sementara Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.





")[0]); //]]>