Custom Search

Tabrakan L300 vs Truk Tanki 4 Meninggal

NASIB minibus L-300 dan truk tanki yang terlibat tabrakan 
di Jalan Banda Aceh-Medan, kawasan Cot Seureutoh, 
Kec. Seulimuem, Aceh Besar, Rabu (26/8) sore. 
BANDA ACEH - Kecelakaan maut turulang kembali di Aceh, kini terjadi di Jalan Banda Aceh-Medan (Km 44 ), tepatnya di tikungan menurun Kuk Dong, kawasan Simpang Batee Raya, Gampong Iboh Tanjung, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Rabu (26/8) sore.

Empat Orang Tewas dan sejumlah lainnya luka-luka dalam insiden yang terjadi di tengah guyuran hujan tersebut.

* Termasuk Nyawa Ayah dan Bayinya

Korban tewas akibat kecelakaan itu semuanya penumpang L-300 BL 1056 N, termasuk seorang ayah bernama Fauzi AB (40-an tahun) bersama bayinya yang masih berumur 10 bulan, penduduk Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar. Sedangkan istri dari Fauzi bernama Fatimah yang juga ibunda dari si bayi dilaporkan kritis dan sekarang dirawat di RSUZA Banda Aceh. Dua korban tewas lainnya adalah Martunis (41/sopir L-300) warga Matangglumpang Dua, Bireuen dan seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya (hingga pukul 00.00 WIB tadi malam jenazahnya masih di Puskesmas Seulimuem). “Kondisi wajah perempuan yang belum diketahui identitasnya itu remuk tak berbentuk,” kata seorang personel Satlantas Polres Aceh Besar kepada Serambi, tadi malam.



Ciri-ciri korban yang belum dikenali itu mengenakan rok hitam dengan baju kotak-kotak merah. Di kuku kakinya ada inai warna hitam. Umur diperkirakan sekitar 25 tahun. Rencananya jenazah perempuan itu akan dibawa ke instalasi kamar jenazah RSUZA Banda Aceh.

Selain korban tewas, insiden itu juga menyebabkan luka berat sejumlah penumpang L-300, yaitu Dahrul Kadni (23) warga Gampong Gajah Aye, Pidie, Iskandar (40) warga Gampong Alue Rindang, Aceh Besar, dan Fatimah (istri dari Fauzi) warga Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar.

Mengenai mobil Avanza yang waktu itu meluncur di belakang L-300 sempat terlibat tabrakan namun sopirnya bernama Riko Aldi (19) warga Desa Teladan, Lembah Seulawah, Aceh Besar tidak terluka.

Kecelakaan tragis itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB melibatkan tiga mobil, yakni truk tanki CPO BK 8218 BL yang melaju dari arah Medan, minibus L-300 BL 1056 N dari arah Banda Aceh, dan mobil Avanza BL 415 JF yang meluncur di belakang L-300.


Informasi awal kejadian itu diperoleh Serambi dari laporan relawan RAPI yang berada di lokasi kejadian dan seorang warga Seulimuem bernama Muzakkir yang akrab disapa Cek Boy.
Laporan awal yang diteruskan oleh relawan RAPI ke Kantor SAR Banda Aceh menyebutkan adanya penumpang yang terjepit di dalam mobil L-300 yang kondisinya remuk dan terjepit di antara truk dengan besi pembatas jalan. Pihak Kantor SAR Banda Aceh sempat mengerahkan tujuh personel plus peralatan ke lokasi, namun sebelum tim SAR tiba ternyata masyarakat bersama aparat TNI dan Polri sudah berhasil mengeluarkan semua korban yang terjepit dalam L-300.

Semua korban tewas dan luka-luka dilarikan ke Puskesmas Seulimuem untuk penanganan awal. Pada proses evakuasi ke Puskesmas Seulimuem tersebut, tiga penumpang L-300 dilaporkan meninggal dunia yaitu sopir, seorang bayi, dan seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya. Karena keterbatasan tempat, enam korban luka-luka dilarikan ke RS Satelit Indrapuri. “Ada dua ambulance yang mengangkut korban luka-luka ke Indrapuri. Saya juga ikut menjadi sopir pada salah satu ambulance,” kata Cek Boy.

Seorang petugas RS Satelit Indrapuri, Ichsan yang dihubungi Serambi mengatakan, dari sejumlah korban luka-luka yang masuk ke RS Indrapuri, seorang di antaranya bernama Fauzi yang tak lain adalah ayah si bayi yang sudah lebih duluan meninggal, juga menyusul buah hatinya. Jenazah si bayi yang sempat pula dibawa ke RS Satelit Indrapuri akhirnya dibawa pulang ke rumah duka di Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar. Sedangkan ibunda si bayi, Fatimah yang mengalami luka berat dirujuk ke RSUZA Banda Aceh.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Novianto SIK melalui Kasat Lantas AKP Abdul Muthaleb SE MM mengatakan, berdasarkan olah TKP yang dilakukan personel lantas Polres Aceh Besar, kecelakaan yang merenggut empat nyawa dan tiga luka berat, diduga karena kesalahan truk tanki CPO.

Menurut polisi, truk tanki yang melaju dari arah Medan ke Banda Aceh itu tergelincir saat menuruni tikungan kawasan Simpang Batee Raya Iboh Tanjung, Kecamatan Seulimuem, sehingga terseret ke jalur kanan yang sedang dilewati minibus L-300 sarat penumpang dan diikuti Avanza di belakangnya.

Abdul Muthaleb mengatakan, di samping tergelincir dan menyerobot jalur lainnya, cuaca serta kondisi ban truk tanki CPO itu juga gundul. “Waktu itu dilaporkan kondisi sedang mendung, di samping kondisi ban belakang truk tanki CPO tersebut sudah tidak mendukung menuruni tikungan, karena gundul, sehingga pada saat turunan itu tidak dapat dikendalikan dan langsung menyerempet L-300 yang berada di depannya,” sebut Kasat Lantas Polres Aceh Besar. Waktu itu truk tanki CPO dalam keadaan tanpa muatan.

Pascakecelakaan itu, sopir truk tanki CPO atas nama Sopian (38), warga Tringgadeng, Kabupaten Pidie Jaya melarikan diri dan hingga berita ini diturunkan belum diketahui keberadaannya. Sedangkan barang bukti mobil L-300 dan truk tanki sudah diamankan pihak kepolisian.(mir/nas)

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/




")[0]); //]]>