Custom Search

Makalah Fenomena Penyakit Degenerative Dalam Masyarakat Modern



BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Istilah penyakit degeneratif akhir-akhir ini menjadi pembicaraan hangat berbagai kalangan dan bukan lagi menjadi konsumsi para dokter. Penyakit degeneratif biasa disebut juga sebagai penyakit yang mengiringi proses penuaan. Pesatnya perkembangan penyakit tersebut telah mendorong masyarakat luas untuk memahami dampak yang ditimbulkannya. Menurut WHO, hingga akhir tahun 2005 saja penyakit degeneratif telah menyebabkan kematian hampir 17 juta orang di seluruh dunia. Jumlah ini menempatkan penyakit degeneratif menjadi penyakit pembunuh manusia terbesar.




BAB II

PEMBAHASAN



Penyakit degeneratif adalah istilah medis untuk menjelaskan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh dari keadaan normal menjadi lebih buruk. Ada sekitar 50 penyakit degeneratif. Penyakit yang masuk dalam kelompok ini antara lain diabetes melitus, stroke, jantung koroner, kardiovaskular, obesitas, dislipidemia dan sebagainya.



1. Melanoma
Melanoma adalah jenis kanker kulit yang amat serius dan terjadi pada sel yang menghasilkan melanin–pigmen yang memberikan warna pada kulit. Penyakit ini seharusnya terjadi pada usia 50-an. Namun, melanoma kini terjadi pada akhir usia remaja dan awal dua puluhan. Sinar UV menjadi faktor utama yang mengakibatan munculnya melanoma. Maka, sebaiknya selalu gunakan tabir surya SPF 30 untuk melindungi kulit dari paparan langsung sinar matahari.

2. Osteoporosis
Secara normal, osteoporosis terjadi pada usia 65-an. Anehnya, penyakit itu sekarang menyerang manusia pada usia 50-an. Merokok dan minum alkohol jadi kebiasaan buruk yang bisa mempercepat osteoporosis. Maka, perbanyak makanan kaya vitamin D dan kalsium, serta lakukan olahraga secara teratur setiap hari.

3. Stroke
Stroke biasanya terjadi pada usia lebih dari 65-an. Sekarang, stroke bisa dialami oleh anak muda berusia 20-an dan 30-an. Masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi, jadi pemicu terjadinya stroke lebih awal. Untuk menghindari stroke, kurangi asupan garam dan lemak trans, makan ikan dua kali seminggu, dan berolahraga secara rutin.

4. Kanker payudara
Ini adalah kanker pembunuh nomor satu pada wanita. Kanker payudara biasanya terjadi pada wanita berusia rata-rata 45-an atau lebih. Kini, kanker payudara sudah menyerang wanita sejak usia remaja. Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan berolahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan sehat. Selain itu, jenis kanker ini juga termasuk penyakit keturunan yang diwariskan oleh orang tua lho.

5. Alzheimer
Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan penyakit degeneratif progresif otak yang mengakibatkan gangguan berpikir dan mengingat yang serius. Penyakit ini sebetulnya lebih identik dengan orang tua pada usia lebih dari 65-an. Namun, saat ini alzheimer sudah dialami oleh orang berusia 40-an.

6. Diabetes tipe 2
Diabetes tipe 2 lumrahnya didiagnosis pada orang berusia 40-an dan 50-an. Sekarang, penyakit ini sudah muncul pada usia anak-anak lho. Sebuah studi menunjukkan adanya hubungan antara diabetes dan paparan nitrat, nitrit dan nitrosamin dari makanan olahan dan diawetkan. Biasakan gaya hidup sehat sedini mungkin pada anak, khususnya mengenai kebiasaan makan sehat.8

7. Encok
Encok umumnya diderita orang dewasa pada usia 50-an dan 60-an. Sekarang, penyakit ini sudah menyerang orang berusia 30-an. Sekali lagi, obesitas jadi faktor pemicu munculnya penyakit encok di usia lebih muda. Diet sehat adalah solusi terbaik untuk mengontrol berat badan dan kebugaran tubuh.

Kolesterol adalah komponen lemak yang terdapat pada pembuluh darah semua binatang dan juga manusia. Kolesterol sebenarnya berguna sebagai sumber energi, membentuk dinding sel-sel dalam tubuh, dan sebagai bahan dasar pembentukan hormon -hormon steroid.

8. Kolesterol

Kolesterol memang dibutuhkan tubuh, namun dapat membentuk endapan pada dinding pembuluh darah. Sebagai kolesterol baik, HDL bertugas mengambil kolesterol jahat serta fosolipida dari darah dan menyerahkan pada lipoprotein lain, untuk diangkut kembali ke hati. Kemudian lemak akan diedarkan kembali atau dikeluarkan dari tubuh. Inilah mengapa, kadar HDL tinggi justru dianggap baik.

Di hati, reseptor LDL mengatur kolesterol darah. Jika LDL meningkat, sel-sel perusak menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak, yang memperkecil diameter pembuluh darah. Plak yang bercampur dengan protein akan ditutupi oleh sel-sel otot dan kalsium dan dalam jangka waktu bertahun-tahun bisa terjadi atherosclerosis. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh terhambat. Jika dibiarkan, dapat mengakibatkan gangguan jantung, stroke, dan gangguan lain.

Kolesterold dalam darah manusia terbagi menjadi 2 jenis yakni kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan HDL ( kolesterol baik). LDL apabila terlalu tinggi dan tidak seimbang dengan kolesterol baik HDL dapat menyebabkan penempelan di dinding pembuluh darah.

Kolesterol yang berlebihan bisa menempel di dinding pembuluh darah sehingga pembuluh darah menyempit dan aliran darah tidak lancar. Inilah mengapa, kolesterol menjadi salah satu faktor resiko penyakit jantung.

9.Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ penting untuk menyaring keluar zat racun termasuk limbah nitrogen dari protein selain juga mengatur jumlah cairan dalam tubuh lewat produksi air seni.

Organ yang terdapat sepasang ini berada di balik kedua belah pinggang kita dan masing-masing memiliki satu juta nefron. Setiap nefron terdiri dari glomerulus dan tubulus. Penyakit atau kerusakan pada ginjal akan berakibatkan hilangnya nefron tersebut. Selanjutnya kita akan berkenalan dengan glomerulus dan tubulus.

a. Glomerulus
Glomerulus merupakan saringan (filter) yang sebenarnya dalam ginjal. Alat ini bertugas untuk

(1) menghilangkan zat kimia yang termakan lewat makanan/minuman. Zat-zat 7P (pemutih, penjernih, pengawet, pengental, pewarna, penyedap dan pemanis buatan) harus dikeluarkan oleh ginjal ke dalam air seni. Begitu pula, sebagian besar obat yang kita minum. Apalagi jika zat yang termakan itu bersifat racun seperti pestisida, pewarna tekstil atau pengawet formalin.
(2) Mengeluarkan limbah nitrogen dari hasil metabolisme protein seperti ureum atau BUN, dan kreatinin serta asam urat baik yang berasal dari makanan maupun dari keausan/kerusakan otot kita sendiri.
(3) Mempertahankan zat yang berguna seperti albumin (protein darah) dan glukosa (gula darah) agar keduanya tidak tersaring keluar.

b. Tubulus
Tubulus ginjal merupakan bagian dari nefron yang bertugas untuk:
(1) Mengatur cairan tubuh lewat produksi air seni dan pengaturan kekentalannya.
(2) Mengatur keseimbangan asam-basa.
(3) Mengatur elektrolit seperti kalium, natrium, kalsium dan fosfor.

Fungsi Lain
Di samping fungsi di atas, ginjal juga:
(1) Menghasilkan hormon eritropoitin yang merangsang sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah.
(2) Menghasilkan kalsitriol dengan mengaktifkan vitamin D. Kalsitriol berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan pembentukan dan perombakan tulang.

Ginjal yang terganggu akan menghasilkan renin yang mengaktifkan angiotensin sehingga terjadi kenaikan tekanan darah.
Dengan mengenali fungsi-fungsi di atas, kita akan memahami mengapa gejala anemia, kenaikan TD, kelemahan tulang, sembab serta penimbunan cairan dalam rongga tubuh, dan serangan jantung karena hiperkalemia (kenaikan kadar kalium darah) akan terjadi pada penyakit ginjal kronis yang disertai penurunan fungsi ginjal, khususnya jika penyakitnya sudah parah.

Dari berbagai hasil penelitian modern diketahui bahwa munculnya penyakit degeneratif mempunyai kaitan cukup kuat dengan bertambahnya proses penuaan usia seseorang. Meskipun faktor keturunan juga berperan cukup besar.

Faktor gizi atau makanan memiliki peranan yang cukup besar untuk memicu terjadinya penyakit degeneratif,terutama Jenis makanan yang mengandung lemak jenuh (saturated fat), garam dan gula, serta bermacam-macam additive seperti monosodium glutamate dan tartrazine dengan kadar yang tinggi. dengan munculnya tempat-tempat makan junk food hampir di seluruh sudut kota yang menyediakan jasa pelayanan cepat saji dan menawarkan jasa pesan antar secara otomatis merubah gaya hidup masyarakat ke dalam kebiasaan makan makanan yang berlemak dan rendah serat .Junk food adalah makanan tidak sehat karena memiliki nilai nutrisi rendah," Junk food hampir tidak mengandung protein, vitamin serta serat yang sangat dibutuhkan tubuh dan memiliki kadar kolesterol tinggi.

Pola makan makanan yang serba instan saat ini sangat digemari oleh sebagian masyarakat perkotaan. Sebagai contoh, gorengan jenis makanan murah meriah dan mudah didapat karena banyak dijual di pinggir jalan ini rasanya memang enak. Jajanan seperti pisang goreng, tahu isi, ubi goreng, pisang coklat (piscok), bala-bala serta banyak yang lain dengan rasanya yang gurih, renyah, dan berharga murah, membuat orang menyukai makanan gorengan.

WHO Lebih lanjut menyatakan sebanyak satu miliar orang di seluruh dunia saat ini menderita kegemukan, suatu keadaan yang bisa memicu berbagai penyakit degeneratif. Jumlah ini diperkirakan naik menjadi 1,5 miliar pada tahun 2015.

Bermacam-macam pendekatan diajukan oleh berbagai kalangan. Dua di antaranya adalah mengusulkan pengurangan penggunaan garam pada berbagai makanan olahan yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan produsen makanan olahan serta pengenaan pajak yang lebih tinggi terhadap produk rokok.

Salah satu penyakit degeneratif yang banyak menimpa adalah diabetes militus. Penyakit ini merupakan penyakit degeneratif non infeksi yang bersifat menahun akibat tingginya kadar glukosa dalam darah. Penyakit diabetes sangat berbahaya karena dapat menyebabkan munculnya penyakit-penyakit lain yang lebih berbahaya seperti jantung, ginjal dan kebutaan.

Dr. Joko Triharto -seorang dokter ahli penyakit dalam- dalam sebuah kesempatan mengatakan bahwa diagnosis penyakit secara dini adalah cara terbaik untuk menghindari penyakit diabetes melitus yang berkepanjangan.

Seperti juga para ahli lainnya, ia juga mengatakan ada tiga cara pencegahan penyakit yang masuk kelompok degeneratif ini. Ketiga cara itu adalah melakukan pola makan yang baik yaitu tidak makan makanan berlemak seperti junk food serta makanan berkolesterol lainnya, melakukan olahraga teratur, serta tidak merokok

Berikut 13 tips yang dapat kita lakukan agar terhindar dari penyakit degeneratif:

1. Makanlah aneka ragam makanan/4(empat) sehat 5(lima) sempurna
Makan yang beraneka ragam akan saling melengkapi kekurangan zat gizi dari berbagai makanan, yang menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.

2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi
Setiap orang dianjurkan makan makanan yang cukup mengandung sumber zat tenaga atau energi, dimana kecukupan energi bagi seseorang ditandai dengan berat badan yang normal.

3. Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi
Makanan sumber karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam hidangan di Indonesia seperti nasi, jagung, ubi atau sagu. Energi yang berasal dari makanan digunakan untuk aktivitas di dalam tubuh dan aktivitas di luar tubuh . Aktivitas dalam tubuh misalnya kerja jantung, proses metabolisme sel, proses pencernaan dan sebagainya. Sedangkan aktivitas di luar tubuh seperti jalan, bekerja dan sebagainya.

4. Batasi konsumsi lemak dan minyak
Konsumsi lemak hewani yang berlebihan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner. Oleh karena itu mengkonsumsi lemak atau minyak perlu dibatasi 1/4 dari kecukupan energi atau jika dalam bentuk minyak antara 2 - 4 sendok makan sehari. Dalam hidangan sehari-hari, cukup makan 2 - 4 jenis makanan yang berminyak atau berlemak

5. Gunakan garam beryodium
Garam beryodium adalah garam natrium yang diperkaya dengan kalium yodida, sebanyak 30-80 ppm. Setiap keluarga dianjurkan untuk menggunakan garam beryodium untuk memasak/mengolah makanan agar tidak terjadi Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY).

6. Makanlah makanan sumber zat besi
Zat besi / Fe adalah salah satu unsur penting untuk membentuk hemoglobin (Hb) atau sel darah merah. Kurang zat besi dapat menyebabkan anemia. Sumber zat besi yang baik berasal dari makanan hewani (heme-iron) dibandingkan dari makanan nabati (nonheme-iron).

7. Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 4 bulan
ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, karena kandungan zat gizinya lengkap, mengandung zat kekebalan dan memberikan ASI akan mempererat jalinan kasih saying ibu dan bayinya.

8. Biasakan makan pagi
Makan pagi atau sarapan sangat bermanfaat karena memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerja.

9. Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya
Air minum harus bersih dan bebas kuman dengan cara mendidihkan atau diproses dengan alat . Fungsi air minum dalah tubuh adalah untuk melancarkan transportasi zat gizi, mengatur keseimbangan cairan dan garam mineral, mengatur suhu tubuh dan mengeluarkan sisa metabolisme. Dianjurkan minum sekurang-kurangnya 2 liter atau 8 gelas sehari untuk mencegah dehidrasi dan menurunkan risiko penyakit ginjal.

10.Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur
Kegiatan fisik dan olahraga (setiap hari jalan kaki) sangat dianjurkan untuk meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses penuaan.

11.Hindari minum minuman beralkohol
Alcohol hanya mengandung energi, tanpa mengandung zat gizi lain. Kebiasaan minum alcohol dapat mengakibatkan: kurang gizi, penyakit gangguan hati, kerusakan saraf otak dan jaringan serta menyebabkan kecanduan.

12.Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan
Makanan yang aman adalah makanan bebas dari kuman dan bahan kimia berbahaya, serta tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat.

13.Bacalah label pada makanan yang dikemas
Label pada makanan yang dikemas adalah keterangan tentang isi, jenis dan ukuran bahan-bahan yang digunakan, susunan zat gizi, tanggal kadaluwarsa dan keterangan penting lain.


BAB III

KESIMPULAN


Makanan fast food umumnya kaya lemak jenuh dan lemak trans, tinggi kalori, rendah serat, berlimpah gula dan bahkan royal dengan tambahan food additives sintetis untuk menjadi warna, tekstur dan cita rasanya menggugah selera. Semua bahan tersebut sangat kurang bersahabat dengan kesehatan.jadi jika ingin sehat, mulailah beralih ke slow food mulai sekarang.





============================SEKIAN,KOMENTAR YA?=========================
.
.
.

0 Response to "Makalah Fenomena Penyakit Degenerative Dalam Masyarakat Modern"

")[0]); //]]>