Custom Search

Kebakaran Ruko Di Keumala Menghaguskan 33 Unit.

SIGLI - Kebakaran hebat menghanguskan 33 rumah toko (ruko) di Gampong Jijiem Keude Keumala, Kabupaten Pidie, Jumat (19/7) sekira pukul 03.30 WIB. Peristiwa itu menimbulkan kepanikan luar biasa karena terjadi pada saat hampir seisi kampung sedang tidur lelap, kecuali mereka yang bertadarus di masjid dan meunasah.

Penghuni ruko yang duluan bangun karena mendengar gemuruh kobaran api atau teriakan warga, mencemaskan anggota keluarganya yang masih tidur dan terjebak di dalam ruko. Ini yang menimbulkan kepanikan. Terlebih karena di sejumlah ruko lidah api dengan cepat membumbung di atas atap, sementara penghuninya belum seluruhnya berhasil ke luar untuk menyelamatkan diri. Pemilik/penghuni ruko juga tak banyak yang berhasil menyelamatkan barang-barang berharga miliknya di ruko tersebut.


Namun, meski 33 ruko rata dengan tanah, tapi peristiwa menjelang jadwal makan sahur itu tak sampai menimbulkan korban jiwa.




Lokasi terbakarnya ruko-ruko itu persis berseberangan dengan Masjid Raya Keumala. Jaraknya sekira 8 kilometer dari arah barat ibu kota Mutiara, Beureuenun.

Sejumlah saksi mata yang ditanyai Serambi di lokasi, Jumat (19/7) pagi menyebutkan kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. Dalam tempo setengah jam, ke-33 ruko itu rata dengan tanah. Apalagi sebagian besar berkonstruksi kayu. Bahkan enam rumah yang terletak di belakang ruko nyaris terbakar juga.


Berdasarkan keterangan saksi mata, api berawal dari ruko yang terletak di tengah dari deretan bangunan itu. Tiba-tiba wayer listrik di ruko itu mengeluarkan api dan secepat kilat menyambar ke kanan-kiri ruko. Kebakaran yang berlangsung cepat itu menyebabkan mayoritas penghuni ruko tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.
“Saya hanya sempat membawa satu plastik baju baru anak-anak yang terletak di dekat tempat tidur. Sedangkan hp, STNK kendaraan, dan surat-surat penting lainnya semua terbakar,” ujar Ida, seorang korban.



Sementara itu, lima unit armada pemadam kebakaran (damkar) baru tiba di lokasi kejadian pukul 04.30 WIB atau satu jam lebih dari ruko pertama terbakar. Saat itu sudah 33 ruko hangus. Warga sangat menyesalkan keterlambatan itu.


Keuchik Desa Jijiem Keude Keumala, M Rizal kepada Serambi mengatakan, kerugian materiil akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp 3 miliar lebih. Di 33 ruko yang terbakar itu terdapat
28 kepala keluarga (KK), karena rukonya ada yang kosong.

“Selain itu, ada satu korban memiliki tiga ruko, ada juga yang dua ruko. Bahkan ada juga di antara korban bukan warga di sini. Mereka hanya datang untuk jualan, tapi tinggalnya di desa lain,” ujar Keuchik M Rizal.


Menurut Keuchik M Rizal, pasca kejadian itu korban mengungsi ke Masjid Raya Keumala. Sebagian besar malah tidak sahur, karena sedang larut dalam kesedihan. “Kami yang membantu memadamkan api dengan air seadanya sebelum regu pemadam datang, juga tidak sempat sahur,” katanya.


Sementara itu, seusai shalat Subuh sekira pukul 06.00 WIB kemarin, Bupati Pidie Sarjani Abdullah dan Wakilnya, M Iriawan meninjau lokasi kebakaran. Sepulang dari lokasi, pimpinan Pidie itu menggelar rapat bersama muspika dan dinas terkait di rumah pribadi Zakaria Saman, elite Komite Peralihan Aceh (KPA), yang terletak di Keumala.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos ditanyai Serambi apa hasil rapat internal itu mengatakan, Bupati Sarjani memerintahkan penanganan darurat. Pihak kecamatan diminta mendata nama korban dan membuat berita acara kebakaran.


Sementara itu, akan disalurkan bantuan masa panik berupa beras, minyak goreng, dan lainnya sebagaimana standar nasional bantuan masa panik.


Selanjutnya, Bupati Sarjani sudah menginstruksikan kepada BPBD untuk menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp 3 juta per ruko setelah administrasi jumlah korban selesai dipersiapkan camat. Sedangkan kelanjutan pembangunan ruko akan dibahas lebih lanjut dan direncanakan dibangun ruko yang lebih permanen, bukan lagi dari papan.

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Pidie dibantu RAPI Pidie telah menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran. Bantuan tersebut diserahkan Megawati MM mewakili Kadinsosnaker Pidie, diterima Camat Keumala, Abubakar Hamzah SE di kantor camat setempat.


Bantuan masa panik itu, antara lain, berupa beras 570 kg, telur ayam 38 lemping, gula 38 kg, mi instan 38 kardus, kain sarung 190 lembar, ikan sarden 240 kaleng, kecap manis 192 botol, sambal pedas 192 botol, dan minyak goreng 36 liter. (aya/naz)

Nama Korban & Usahanya

* M Daud Basyah (45), warung kopi 
* H Bukhari Johan (70), depot obat 
* Muzakkir (38), kelontong 
* M Ajad (50), pulsa dan bayar listrik 
* Ibnu Khabil (35), mi bakso 
* M Nasir (39), kelontong 
* Mukhlis (30) stiker dan pulsa hp 
* Ruko kosong (M.Daud Tiba Raya -Paman Saya) 
* M Jamil (50), kelontong 
* Sayed (35), bengkel 
* Syahrol (35), warung kopi 
* Syarifuddin (50) mi caluek 
* Basri (40) warung kopi 
* Basri (40) kelontong 
* Hasbi (50), warung nasi 
* Saifuddin Ismail (40), depot dan praktik bidan 
* Saifuddin Ismail (40), depot dan praktik bidan 
* Sulaiman (50), kelontong 
* Yusri (35), perabot rak aluminium 
* Yusri (35), perabot rak aluminium 
* T Ikhsan (35), kelontong 
* Masri (50), warung nasi 
* Muhajir (30), jual ikan hias 
* Nurjannah (30), isi ulang air mineral 
* Nurjannah (30), kelontong 
* Nurjannah (30), rumah tinggal 
* Abd Rahman (55), jual pupuk 
* Mukhtar (60), warung kopi 
* Salbiah Medan (50), taylor dan butik 
* T Ikhsanuddin (35), jasa komputer 
* Anisa (40), kelontong 
* Tgk Abubakar (65) taylor 
* Syahrial (50), warung kopi.

                                                                                                                            sumber serambinew.com






")[0]); //]]>