Custom Search

Aspek Neorologi Bahasa

Struktur, fungsi, dan perkembangan otak

Jelaskan aspek neurologi (proses yang terjadi di otak) ketika dua orang sedang melakukan percakapan. Jika terjadi “tidak nyambung” (apa yang ditanyakan berbeda dengan jawaban yang diberikan, tetapi bukan karena terdapat masalah pada sistem pendengaran), kira-kira dimana letak permasalahannya?

Proses neurologis percakapan antara dua orang Proses yang terjadi meliputi: enkode semantik dan enkode gramatikal dalam otak penutur. Enkode fonologi dimulai dari otak penutur lalu dilaksanakan oleh alat ucap di dalam rongga mulut penutur. Sebaliknya, dekode fonologi dimulai dari telinga pendengar dan dilanjutkan ke dalam otak pendengar dengan lanjutannya berupa dekode gramatikal dan berakhir pada dekode semantik.
 
            Bila alat-alat fisiologi penutur dan pendengar berada dalam keadaan sehat normal, maka pesan semantik yang dikirimkan penutur dapat diterima dengan baik oleh otak pendengar. Artinya, proses berbahasa itu berjalan dengan baik. Dikarenakan proses berbahasa lebih bersifat dua arah, bersifat bolak-balik antara penutur dan pendengar, maka seorang penutur kemudian bisa menjadi pendengar dan seorang pendengar kemudian bisa menjadi penutur. Begitulah proses terjadi bergantian yang secara teoritis berjalan terlalu lama dan panjang, namun sebenarnya yang terjadi berlangsung dalam waktu yang singkat dan cepat. Semua proses ini dikendalikan oleh otak yang merupakan alat pengatur dan pengendali gerak semua aktivitas manusia“Tidak nyambung” dapat terjadi apabila alat-alat fisiologi penutur dan pendengar berada dalam keadaan tidak sehat dan tidak normal. Pesan semantik yang dikirimkan penutur tidak dapat diterima oleh otak pendengar sehingga proses berbahasa berjalan dengan tidak baik.



Fungsi kebahasaan otak

Bagian-bagian otak yang bertanggung jawab terhadap perilaku berbahasa ialah neokorteks atau otak berfikir. Neokorteks terbungkus disekitar bagian atas dan sisi-sisi sistem limbik, yang membentuk 80% dari seluruh materi otak. Bagian otak ini merupakan tempat bersemayamnya kecerdasan kita. Inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran dan sensasi tubuh. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran, berpikir secara intelektual, pembuatan keputusan, perilaku waras, bahasa, kendali motorik dasar dan ideasi (penciptaan gagasan) nonverbal. 

            
Jika ada yang berkata, “dia ngomong nggak pakai otak’’, itu hanyalah sebuah ungkapan bagi orang yang asal bicara. Perkataannya tersebut akan menyakiti hati orang atau membuat hati orang lain tersinggung. Dia tidak berfikir panjang sebelum mengucapkan sesuatu. Itulah maksud dari ungkapan “orang yang ngomng tidak pakai otak”. Padahal, sebenarnya kita tidak bisa berbicara tanpa menggunakan otak. Hal ini dikarenakan otak memiliki bagian-bagian yang bertanggung jawab terhadap perilaku berbahasa atau berbicara (neokorteks). Setiap orang berbicara pasti memiliki tujuan dan tujuan tersebut tidak mungkin tercipta tanpa adanya pikiran terlebih dahulu.

Pengertian teori lateralisasi

            
Dari teori Broca dan Wernicke sebenarnya sudah dapat ditarik suatu kesimpulan yang menyatakan adanya spesialisasi atau semacam pembagian kerja pada daerah-daerah otak (korteks) serebrum manusia. Satu teori yang dapat ditarik secara jelas adalah bahwa belahan korteks (hemisfer) dominant bertanggung jawab untuk mengatur penyimpanan/pemahaman dan proses bahasa alamiah.

Teori Lokalisasi

        Teori lokalisasi atau lazim juga disebut pandangan lokalisasi (localization view) berpendapat bahwa pusat-pusat bahasa dan ucapan berada di daerah Broca dan daerah Wernicke.Hand dan writing adalah wilayah yang mengendalikan tangan kanan. Speech dan face adalah wilayah yang mengendalikan saraf saluran ucapan. Auditory merupakan wilayah yang memroses bahasa lisan terutama melalui telinga kanan. Tactile adalah wilayah yang memroses informasi penginderaan melalui kulit, saraf dan tangan kanan. Visual adalah wilayah yang memroses bahasa tulis.

Kaitan ketidaksimetrisan otak (otak kiri lebih besar dari otak kanan) dengan kemampuan bahasa: Geschwind dan Levistsky (1968)telah menganalisis secara terperinci seratus otak manusia normal, setelah mereka meninggal. Ditemukan bahwa planun temporale (yaitu daerah belakang gyrus Heschl (daerah-daerah bahasa)jauh lebih besar pada hemisfer kiri. Bahkan perbedaan ini dapat langusng dilihat dengan mata. Penemuan ini diperkuat oleh Wada (1969)lewat penelitian postmortem (setelah meninggal) pada otak bayi-bayi, yang membuktikan bahwa ketidaksimetrisan kedua hemisfer otak telah terdapat sejak lahir. Hal ini disebabkan adanya pusat-pusat tertentu pada hemisfer kiri yang mengatur bahasa.

Jika hemisfer kanan lumpuh, maka anggota badan sebelah kiri tidak berfungsi sama sekali, namun fungsi bahasa tidak terganggu sama sekali. Apabila hemisfer kiri yang lumpuh, maka anggota badan bagian kanan akan lumpuh, termasuk hilangnya kemampuan berbahasa.

Hemisfer yang dominan ( fungsi hemisfer kanan )

Hemisfer kanan merupakan belahan otak dengan pola kognitif yang intuitif, holistis yang dapat memproses banyak informasi secara simultan, memandang problem secara holistis dan jauh ke depan. Fungsi non verbal, adalah pemahaman tidak melalui kata-kata tetapi melalui imajinasi. Fungsi lain adalah visuospasial yang mencakup persepsi atau orientasi tempat dan hubungan spasial. Kemampuan hemisfer kanan juga meliputi pemahaman musik dan seni, spiritualisme dan emosi.

Hemisfer kanan mempunyai kepentingan khusus untuk pengertian dan menginterpretasikan musik, pengalaman visual nonverbal (khususnya pola visual), hubungan spasial antara seseorang dengan lingkungannya, makna bahasa tubuh dan intonasi suara seseorang dan mungkin sebagian besar pengalaman somatik yang berkaitan dengan penggunaan anggota badan dan tangan.

Kemampuan berbahasa yang baik merupakan fungsi hemisfer kanan. Kemampuan penggunaan dan penguasaan bahasa yang baik dan benar adalah fungsi kedua hemisfer kiri dan kanan. Hemisfer kanan sebagai hemisfer non dominan ternyata secara anatomi maupun fungsional terikat erat dengan hemisfer kiri yang dihubungkan oleh korpus kalosum sebagai jembatan yang memungkinkan kedua belahan otak tadi saling bekerja sama, berkonsultasi dan saling menopang.

Hemisfer kanan dominan dalam mengorganisir komponen afektif prosodi dari bahasa dan gesture. Organisasi secara fungsional maupun anatomik dari bahasa afektif hemisfer kanan analog dengan organisasi bahasa proporsional hemisfer kiri yaitu sekitar fisura sylvii. Prosodi afektif didominasi dan merupakan fungsi lateralisasi hemisfer kanan. Gesture adalah gerakan-gerakan untuk memberi tekanan saat pembicaraan. Istilah gesture timbul akibat lesi frontal operkulum kanan. Hemisfer kanan penting untuk menimbulkan gesture dan pemahaman arti gesture yang timbul.

Otak wanita

Dalam tulisan pada jurnal “ Cerebral Cortex ” para peneliti memperlihatkan bahwa area otak yang dinamakan ” inferior parietal lobule ( IPL ) ” pada pria umumnya lebih besar dibandingkan pada wanita. Area tersebut merupakan bagian dari cerebral cortex dan terdapat di kedua sisi otak diatas kuping. Psikiater Godfrey Pearlson, M D., yang memimpin studi tersebut, menyatakan bahwa IPL dikedua sisi tersebut tidak simetris. 

Pada pria IPL disebelah kiri lebih besar dibandingkandengan disebelah kanan. Sedangkan pada wanita IPLdisebelah kanan lebih besar dibandingkan dengan IPL disebelah kiri. Pada pria perbedaan sosok antara IPL kiri dan kanan tidak terlihat  dengan jelas. Para peneliti  juga mengamati bahwa IPL sebelah kiri pada otak postmortem dari seorang  ahli fisika dan ahli matematika adalah lebih besar dari rata-rata milik  orang biasa.sebelah kanan. Dari perhitungan tersebut diperoleh bahwa pria memiliki jaringan IPL 6 % lebih banyak dibandingkan yang dimiliki oleh wanita.

Menurut Pearlson inferior parietal lobule pada manusia jauh lebih berkembang dibandingkan pada binatang. Hal ini memberikan peluang bagi otak untuk memproses informasi dari indera penglihatan dan indera peraba, dan memungkinkan bagi otak untuk berpikir secara cepat terutama yang berkaitan dengan cara merumuskan persepsi dan perhatian. IPL sebelah kanan erat hubungannya dengan kinerja memori atas keterkaitan antar ruang, kemampuan untuk mengartikan keterkaitan antara bagian tubuh dan kesadaran yang mempengaruhi perasaan seseorang .

Pearlson mengatakan bahwa IPL sebelah kiri lebih terlibat dalam persepsi, seperti menilai atau memperkirakan berapa cepat benda bergerak, memperkirakan waktu dan mempunyai kemampuan melihat gambar tiga dimensi. Menurut Pearlson perbedaan kinerja IPL kiri dan IPL kanan memberikan penyederhanaan mengapa seseorang ahli dalam bidang fisika dan matematika , sementara yang lainnya lebih ahli dalam bidang bahasa. Dalam penelitian terdahulu, Pearlson memperlihatkan bahwa dua area terpenting di otak , yakni frontal dan temporal lobe , yang dimiliki oleh wanita adalah lebih besar. Mungkin hal ini yang dapat menjelaskan mengapa wanita lebih ahli dalam menguasai bahasa.

Peningkatan kemampuan otak, membaca dengan kedua belah otak

Otak sebagai pusat pemikiran memiliki bagian – bagian tertentu yang secara sistematis memiliki fungsi sebagai pusat motorik dan bahasa. Menurut pembagiannya otak dibagi menjadi tiga bagian, yaitu otak besar (serebrum), otak kecil (serebellum) dan batang otak. Kemudian, otak besar terbagi lagi menjadi dua bagian yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan. Pada bagian hemisfer inilah sistem motorik dan bahasa tersimpan, dimana system motorik, data visual, intuisi dan body language tersimpan dalam hemisfer kanan sedangkan hemisfer kiri merupakan tempat pengatur bahasa, berhitung, logika dan komunikasi secara umum. Perbedaan fungsi hemisfer kiri dan hemisfer kanan diiringi dengan dominasi salah satu diantara keduanya.

Sebagian orang memiliki fungsi hemisfer kiri lebih dominan sehingga dalam kehidupannya cenderung lebih unggul di bidang bahasa, logika, dan matematika sedangkan sebagian yang memiliki fungsi hemisfer kanan lebih dominan maka imajinasi dan kreatifitasnya lebih tinggi. Diantara hemisfer kiri dan hemisfer kanan terdapat korpus kolosum yang berfungsi sebagai penengah atau penyeimbang diantara kedua hemisfer. Jadi, dengan adanya korpus kolosum ini maka sekalipun salah satu hemisfer merupakan bagian yang dominan namun hemisfer yang lain masih tetap berfungsi secara normal. Artinya, meski seseorang dengan dominan otak kiri masih bisa memiliki minat terhadap musik yang seharusnya diatur oleh hemisfer kanan.
 
         Dengan sistematika tersebut diatas, terdapat juga hal penting berkenaan dengan system kerja otak kiri dan otak kanan, yaitu otak kiri dan kanan mengatur bagian tubuh yang berlawanan dari letak masing – masing hemisfer. Atau, dengan kata lain otak kiri mengatur fungsi gerak bagian tubuh sebelah kanan dan otak kanan mengatur fungsi gerak bagian tubuh sebelah kiri. Maka, untuk mengetahui dominan otak perlu diamati secara cermat bagian sebelah mana yang lebih sering digunakan dan efektif dalam penggunaannya.

     Namun, pada sebagian besar orang, sulit untuk melihat secara cermat dan menentukan dengan cermat mengenai dominan otak pada diri sendiri, antara lain karena sudah menjadi etika yang umum bahwa penggunaan tangan kanan untuk makan, menulis dan mengerjakan banyak hal dianggap sebagai bagian dari etika kesopanan. Maka, meski sesungguhnya seseorang itu memiliki dominan otak kanan namun motoriknya tetap diatur oleh otak kiri, hal ini terjadi akibat stimulus yang diberikan pada bagian tubuh sebelah kanan lebih banyak dengan intensitas yang sering.

       Sebagian orang bahkan justeru menganalisa minat dan bakat seseorang untuk menentukan dominan otak manusia. Namun, kenyataannya hal ini lebih menyulitkan lagi karena seperti yang sudah kita ketahui bahwa dominan otak mungkin memang menentukan minat dan bakat seseorang akan tetapi bila kita menganalisa secara terbalik kemungkinan untuk melakukan kesalahan dalam menentukan dominan otak akan lebih besar. Minat dan bakat, meski dapat dilihat namun belum pasti menunjukkan ketepatan penentuan dominan otak, faktor stimulus dan lingkungan kembali berpengaruh dalam menetukan minat dan bakat manusia pada umumnya.

 Seorang anak yang dibesarkan oleh orang tuanya yang sama-sama musisi sekalipun memiliki dominan otak kiri namun karena latihan, bimbingan dan semangat yang diberikan oleh orang tuanya maka bisa jadi pada akhirnya anak ini mampu menggunakan instrument musik atau bahkan mungkin akibat stimulus yang sering maka si anak pada akhirnya akan mencapai keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri. Ini tentu didukung pula oleh korpus kolosum yang mampu menyeimbangkan diantara kedua bagian otak.

Pemberbahasaan Hewan

Ada beberapa pakar yang berusaha mengajari hewan berbicara. Diantaranya pasangan suami-istri Keith J. Hayes-Catherine Hayes dan R. Hallen Gardner-Beatrice T. Gardner. Keith-Catherine mengajari seekor simpanse berbicara. Dalam hal ini, upaya mereka mengajari simpanse tersebut dengan cara melatih binatang tersebut untuk menggerakkan bibirnya dengan sedemikian rupa untuk memberikan contoh pengucapan yang benar dengan dibantu kedua tangannya
.
Suami-istri Hallen dan Beatrice mengajari simpanse dengan cara mengajarkan binatang tersebut dengan bahasa isyarat Amerika yang digunakan oleh tuna rungu di Amerika dengan alasan simpanse lebih peka terhadap visual daripada isyarat verbal. 

Dengan bahasa isyarat itu, konsep-konsep atau kata bahasa Inggris diwujudkan dengan isyarat yang dibuat dengan tangan. Kebanyakan lambang bahasa isyarat tersebut bersifat arbitrer, tetapi semua lambang itu dapat dipadukan menurut prinsip-prinsip gramatikal dan sintaksis bahasa Inggris. Disamping itu mereka juga memotivasi binatang tersebut untuk memelajari bahasa isyarat itu dengan cara menunjukkan posisi tangan secara berulang-ulang dan dengan cara memerbaiki posisi tangan binatang tersebut pada waktu membuat isyarat. Selain itu mereka juga memperkenalkan berbagai macam objek mainan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan tangan.

  Dalam kasus Kamala dan Genie, kedua anak tersebut tidak bisa berkomunikasi dengan baik karena mereka tidak pernah diajarkan atau dilatih oleh manusia (sesuai lingkungannya) dan merekapun tidak pernah mendengar bahasa yang diucapkan manusia. Simpanse, mampu mengucapkan kata-kata (berbahasa) dikarenakan dilatih dan diajari. Akan tetapi dari segi fungsi, otak manusia memiliki perbedaan fungsi. Pada otak manusia ada bagian-bagian tertentu yang memiliki sifat yang disebut manusiawi. Pada teori generatif transformasi Chomsky, mengatakan bahwa kemampuan berbahasa adalah kemampuan untuk menghasilkan kalimat-kalimat baru yang belum pernah didengar atau diucapkan orang. Pada binatang, walaupun bisa mengucapkan kalimat yang pernah diajarkan, tetapi tidak dapat membuat kalimat-kalimat baru dikarenakan perbedaan fungsi otak

Kegagalan yang dialami para peneliti pada kasus-kasus di atas disebabkan oleh:

- Mereka tidak ditempatkan ditempat yang semestinya, sehingga mereka tidak bisa bersosialisasi dan berkomunikasi dengan bahasa dan lingkunganya. Mereka hanya bisa berkomunikasi dan memahami bahasa yang diperolehnya dari lingkungan yang mengondisikannya.
- Mereka tidak diajarkan dan dilatih dengan bahasa manusia yang sebenarnya. 




KEPUSTAKAAN
  
National Scientific Council on Developing Child. The Science of Early childhood development. Closing the gap between what we know and what we do: center on the developing child. Harvard University 2007.
Kyla Boyse. Developmental Milestones
Charles Njiokiktjien. What is development. In Pediatric Behavioural Neurology. Clinical Principle vol 1.Suyi Publicaties. Amsterdam 1988:24-36
David Andrewes. Neuropsychology. From theory to Practice. Psychology Press Ltd., New York 2001:1-34


0 Response to "Aspek Neorologi Bahasa"

")[0]); //]]>