Custom Search

MAKALAH PANCASILA

MAKALAH PANCASILA




DAFTAR ISI  ................................................................................... i               

A. PENDAHULUAN  ...................................................................... ii
A.1  Latar Belakang Masalah         ................................................... ii
A.2  Rumusan Masalah            .......................................................... ii

B.  PEMBAHASAN.    ...................................................................... 1
B.1  Pengertian Pancasila       ............................................................ 1
B.2  Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari  ............. 3

C.  PENUTUP                ...................................................................... 6
C.1  Kesimpulan              ..................................................................... 6
C.2  Saran     ........................................................................................ 6
       
MAKALAH PANCASILA
MAKALAH PANCASILA


A.  PENDAHULUAN

A.1  Latar Belakang Masalah

Pada zaman Globalisasi saat ini banyak pengaruh  dari luar ke dalam yang baik maupun yang buruk. Sebagai bukti masyarakat sudah terpengaruh dengan kebiasaan yang seharusnya tidak patut dilakukan oleh bangsa kita. Sudah banyak masyarakat yang lupa akan landasan negara kita sebagai ideologi dasar bagi negara Indonesia yaitu Pancasila. Sebagai rakyat Indonesia, Pancasila merupakan pedoman hidup kita. Pada kenyataannya, saat ini masyarakat Indonesia sudah lupa akan pelaksanaan ideologi  dasar negara kita.

Dari pejabat-pejabat hingga rakyat kalangan menengah kebawah sudah banyak yang tidak peduli lagi akan ideologi dasar negara ini.Maka dari itu Pancasila sebagai ideology dasar bagi negara Indonesia harus diketahui dan diterapkan oleh seluruh warga negara Indonesia. Dengan demikian warga negara Indonesia mengerti dan meyakini Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa dan mengamalkan Pancasila tersebut dalam setiap langkah mereka.

Dewasa ini banyak masyarakat  Indonesia yang sudah tidak berpegang teguh pada ideologi dasar negaranya. Globalisasi yang besar dan singkat membuat banyak orang lupa diri akan apa yang menjadi dasar negara yaitu Pancasila.  Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan  bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.  Maka dari itu dalam karya tulis ini akan dijelaskan apa itu Pancasila dan Implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.

A.2  Rumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut agar dalam penulisan makalah ini memperoleh hasil yang tepat dan diinginkan, maka penulis dalam penulisan  ini menyusun rumusan masalah.
1.  Apakah Pancasila itu, dan mengapa tersusun Pancasila?
2.  Apakah fungsi Pancasila bagi warga negara Indonesia?
3.  Bagaimana Pengamalan Pancasila Dalam Kehidupan sehari hari?

PENGERTIAN PANCASILA
PENGERTIAN PANCASILA


B.  PEMBAHASAN

B.1  Pengertian Pancasila

Seperti yang kita ketahui, Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sansekerta  pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Perkataan Pancasila  mula-mula terdapat dalam perpustakaan Buddha yaitu dalam Kitab Tripitaka dimana dalam ajaran buddha tersebut terdapat suatu ajaran moral untuk mencapai nirwana/surga melalui Pancasila yang isinya 5 J. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :

a).  Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta meragukan pidato Yamin tersebut.

b).  Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul "Lahirnya Pancasila". Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan;
Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh  Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya: Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme,mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya.  Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan  petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila.

Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi. Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi  beberapa dokumen penetapannya ialah:

1).  Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
2).  Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959) Pada tanggal 30 September 1965, adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur  Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang  lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan.

Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S-PKI dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti, tak tergantikan.

Dengan demikian Pancasila adalah :

1. Sila pertama – Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Sila kedua – Kemanusian yang adil dan beradab.
3. Sila ketiga – Persatuan Indonesia.
4. Sila keempat – Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
5. Sila kelima – Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia             

Nilai-Nilai Dan Pancasila Dan UUD 1945

1.   Ketuhanan Yang Maha Esa         

Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.  Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaan kepada orang lain.

2.    Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab     
     
a. Mengembangkan sikap tenggang rasa     
b.Menjunjung tinggi nilai kemanusiaaan     
c.Berani membela kebenaran dan keadilan 
d.Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan

3.     Persatuan Indonesia               

a. Cinta akan tanah air
b. Rela berkorban demi bangsa dan Negara 
c. Berbangsa sebagai bagian dari Indonesia 

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusywaratan /Perwakilan         
a. Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat   
b. Tidak memaksa kehendak kepada orang lain       
c. Mengutamakan budaya /musyawarah dalam mengambil keputusan bersama

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
     
a. Menolong sesama   
b. Menghargai orang lain     
c. Menghormati hak-hak orang lain 
d. Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama     
e. Bersikap adil terhadap sesama     

Makna Lambang Garuda Pancasila 

a.    Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia
b.    Simbol–simbol didalam perisai masing-masing melambangkan sila–sila dalam pancasila
c.    Bintang melambangkan sila ketuhanan Yang Maha Esa         
d.    Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap       
e.    Pohon Beringin melambangkan Sila Persatuan Indonesia       
f.    Kepala banteng melambangkan Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarataan/perwakilan     
g.    Padi dan kapas melambangkan sila Keadilan sosial Bagi seluruh rakyat Indonesia
h.  Warna merah putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia merah berarti berani dan putih berarti suci   
 i.   Garis hitam yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis khatulistiwa    .

Naskah Undang-Undang Dasar 1945         

Sebelum dilakukan perubahan undang –undang 1945 terdiri atas pembukaan ,batang tubuh,serta penjelasan.
Setelah dilakukan 4 kali perubahan ,uud 1945.Dalam risalah sidang tahunan MPR tahun2002,diterbitkan undang-undang dasar Negara Indonesia tahun 1945 dalam satu naskah sebagai naskah perbantuan dan kompilasi tanpa ada opini     

Perubahan UUD 1945

Salah satu tuntutan reformasi 1998 adalah dilakukan perubahan {amandemen} terhadap UUD1945 .latar belakang perubahab UUD1945 antara lain karena pada masa Orde baru ,kekuasaan yang sangat besar pada presiden ,adanya pasal-pasal yang terlalu “luwes”.
Tujuan perubahan UUD 1945 adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan Negara ,Ham ,kedaulatan rakyat , dan Negara hukum serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi kebutuhan bangsa .dalam kurun waktu 1999-2002,UUD 1945 mengalami 4kali perubahan yang ditetapkan dalam:         
 Sidang Umum MPR 1999 tanggal 14-21 Oktober1999   
 Sidang Tahunan MPR 2000 ,tanggal 7-18 Agustus 2000   
 Sidang Tahunan MPR 2001,tanggal 1-9 november 2001 
 Sidang Tahunan MPR 2002,tanggal 1-11 Agustus 1999   

B.2  Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam hidup berbangsa dan bernegara, sebagai warga negara Indonesia kita harus berpegang teguh pada Pancasila yang mana itu adalah ideologi dasar  negara kita. Dalam kehidupan sehari-hari pastinya kita harus bersikap baik,  Pancasila sebagai pedoman bagi seluruh warga negara Indonesia seharusnya lebih  dari cukup untuk menjadi arah hidup kita dalam berbangsa dan bernegara.

Seharusnya pengamalan butir-butir Pancasila telah ditata dalam Tap MPR no.I/MPR/2003  yang terdapat 45 butir Pancasila. Dalam ketetapan tersebut sudah dijelaskan bagaimana pengamalan dalam keseharian warga negara Indonesia. Mungkin banyak orang yang belum mengetahui dan mengamalkannya akibat kurangnya pengetahuan dan masuknya pengaruh globalisasi yang mungkin dapat merusak ideologi dasar negara ini.

Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Seharusnya dalam sila pertama ini, warga negara Indonesia sudah jelas dan mengerti tentang Tuhan Yang Maha Esa. Meyakini bahwa perbuatan dan sikap kita pasti akan diperhatikan oleh Tuhan kita masing-masing. Tetapi pada kenyataannya masih banyak orang yang merasa bahwa hidupnya bebas tanpa pengawasan dari Tuhan Yang Maha Mengetahui.

Kenyataannya masih banyak kebohongan, kecurangan, konspirasi, dan masih banyak hal lainnya yang diperbuat oleh manusia. Sebagai contoh kecil yaitu masih banyak pelajar yang berbuat kecurangan dalam pembelajaran seperti mencontek, membuat cara apapun untuk mendapatkan jawaban saat ujian, dan masih banyak lagi. Juga seperti koruptor, yang berbuat seenaknya merampas uang yang bukan haknya. Hal-hal tersebut menandakan bahwa orang tersebut. Merasa tidak diawasi oleh Tuhan mereka. Kemudian mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Akur dalam bermasyarakat sebagai umat beragama saling menghormati kehendak beribadah satu sama lain sesuai agama yang sah di Indonesia. Tidak menghalang-halangi umat beragama lain untuk beribadah dan berdakwah masing-masing asalkan masih dalam norma-norma yang berlaku.

Beranggapan agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Digaris bawahi, bahwa adanya sangkut paut kita terhadap Tuhan. Kita yakin bahwa tuhan menilai setiap perbuatan kita, maka dari itu kita harus berbuat yang terbaik di mata Tuhan kita.

Mulailah mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. Jangan memaksakan agama kepada orang lain, biarkan mereka memilih dan menilai setiap agama. Masih banyak juga doktrinisasi agama yang memaksa secara langsung maupun tidak langsung. Doktrinisasi secara langsung salah satunya adalah penculikan, terorisme, dan pengakuan jaminan masuk surga.

Sebenarnya yang lebih parah adalah doktrinisasi secara tidak langsung salah satunya adalah bantuan finansial, secara sengaja  mereka memberikan bantuan finansial yang banyak kepada seseorang dan pada akhirnya orang tersebut dipaksakan masuk agama tersebut dengan alasan bantuan yang telah diberikan.Sila kedua  yaitu Kemanusian yang adil dan beradab, mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

Tidak merendahkan orang lain dengan mudah tetapi bersikaplah rendah diri agar tidak menimbulkan perpecahan satu sama lain. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia, sikap Saling tenggang rasa dan tepa selira, dan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. Mulailah menghargai satu sama lain memberikan perhatian kepada mereka yang mengalami kesusahan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaanmemberikan bantuan sukarela kepada mereka yang membutuhkan.

Berani membela kebenaran dan keadilan, pada kenyataannya sekarang ini banyak orang yang menganggap yang benar itu salah dan yang salah itu benar. Sudah susah membedakan benar dan salah menjadikan pudarnya sudut pandang kebenaran dan keadilan itu sendiri. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, buatlah yang terbaik sebagai warga negara Indonesia di mata dunia. Sekarang ini banyak sekali saling menghina antar negara, dan mungkin memalukan nama harum bangsa ini.

Mulailah mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.Sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia, kita sebagai warga negara Indonesia harus Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

Perlu dijelaskan bahwa sudah tidak sedikit lagi orang-orang yang sudah hilang rasa persatuan dan nasionalisme, mulai acuh tak acuh apa yang terjadi pada negara kita. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa dan mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. Mulailah dengan cara mencintai produk Indonesia, saat ini banyak pemuda yang menggunakan dan membuat trademark Indonesia.

Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Mengembangkan persatuan Indonesia at as dasar Bhinneka Tunggal Ika dan memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Menjalin hubungan baik antara negara lain, tidak saling menjatuhkan dan menimbulkan perselisihan.Sila keempat yaitu  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama dan tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang  lain.

Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama , mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan, menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil  musyawarahdengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasilkeputusan musyawarah. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. Tetapi saat ini banyaknya krisis kepercayaan, banyak orang yang dipercaya tetapi ingkar. Oleh sebab itu saat ini sudah kurangnya kepercayaan satu sama lain.
Sila kelima yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan, sikap adil terhadap sesama. Tingkatkan rasa kerjasama kepada siapapun untuk meningkatkan keadilan satu sama lain, tidak saling melempar kesalah satu sama lain.

Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, menghormati hak orang lain, dan suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. Yang perlu digaris bawahi adalah jangan menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain, hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah, maupun bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. Banyaknya penggunaan hak milik yang telah dijelaskan membuat banyak timbulnya penipuan dan berperilaku konsumtif yang merusak bangsa kita. Mulailah dengan hal yang positif seperti bekerja keras, menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama, dan melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.  Bukan melakukan tindakan yang merusak dan merugikan orang lain.

Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari


C.  PENUTUP

C.1  Kesimpulan

Setelah memahami isi dalam pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa :
1.  Pancasila adalah ideologi dasar negara Indonesia yang harus dipegang teguh tiap warga negara Indonesia, mengamalkannya dan menjadikan sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi seluruh masyarakat.
2.  Perumusan Pancasila sebagai dasar negara melalui proses panjang sehingga terjadi Pancasila yang seperti sekarang.
3.  Implementasi Pancasila tersebut dalam kehidupan sehari-hari bagaimana pengamalannya, cara bersikap kita dalam kehidupan, dan pemikiran untuk memajukan negara kita tercinta Indonesia.

C.2  Saran

Sebagai warga negara Indonesia yang baik kita harus mempertahankan asas-asas yang terdapat dalam Pancasila. Mulailah dari diri sendiri melakukan yang terbaik untuk negara kita tercinta Indonesia. Yakin dalam hat i Indonesia dengan landasan ideologi Pancasila dapat saling bekerjasama dengan negara lain.

Jangan berbuat negatif yang dapat merusak bangsa ini, tinggalkan sifat buruk lakukan yang terbaik demi Pancasila yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara kita semua.

Demikian akhir makalah yang bisa saya sajikan buat pengunjung SITUS kami, jika anda merasa berterima kasih dan bermanfaat buat anda, silakan IKUTI kami untuk UBDATE Postingan berikutnya.

Dan sambilan mengambil bahan ini silakan kunjungi CHANNEL YOUTUBE kami untuk mendengar hiburan, jangan lupa SUBSCRIBE dan LIKE serta KOMENTAR.

Terima Kasih, salam Sukses dan Sehat Selalu. Aaamiiin....



Sumber : yunie8
")[0]); //]]>