Minggu, 06 April 2014

PIDATO MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Segala puji bagi Allah , Tuhan yang memilih Muhammad sebagai Nabi pilihan dari anak Adam. Dia mengutusnya untuk memberikan kabar gembira dan peringatan kepada semua umat manusia. Dengan izin-Nya, beliau mengajak manusia kepada Allah. Beliau adalah lampu yang menyinari. Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul Allah. Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw ,keluarga, para sahabat, dan para pengikutnya hingga hari kiamat.

Amma Ba’du

Dalam kitab suci-Nya yang mulia Allah berfirman:

A’udzu Billaahi minasy syaithanir rajim:

لقد كان لكم فى رسول الله اسوة حسنة لمن كان يرجواالله واليوم الاخروذكرالله كثيراز .
صدقاللهالعضيمز
 (الاحزاب)

Artinya : “ sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itusuri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan ia menyebut Allah. “ ( Qs. Al-ahzab: 21).
Maha benar Allah dengan segala firman-NYa.

Saudara saudara yang dimulyakan Allah

Sesungguhnya kita hari ini hidup dalam bulan yang sangat agung yaitu Rabiul Awwal. Bulan ini adalah Muhammad saw. Beliau manusia paling mulia yang dilengkapi dengan kesempurnaan jiwa, akhlaq dan akal. Kehadiran beliau yang disifati dengan berbagai kesempurnaan ini dimaksudkan agar beliau menjadi panutan dan teladan terbaik seluruh manusia.

Shalawat dan salam bagi kami sampaikan kepadamu., wahai Rasulullah. Shalawat dan salam kami haturkan kepadamu, wahai nabi Allah.

Shalawat dan salam kami persembahkan kehadiratmu, wahai kekasih Allah. Semoga Allah memberimu balasan dengan balasan paling utama dan terbaik.

Saudara-saudara seiman seagama !

Sesungguhnya bulan kelahiran Rasulllah saw adalah blan cahaya, cahaya Muhammad saw. Cahaya atau nur Muhammad ini telah di ciptakan Allah sebelum Adam as diciptakan. Bahkan, sebelum segala sesuatu yang ada diadakan. Nur ini diciptakan dari nur Allah. Dari nur Muhammad, Allah menciptakan alam. Hadist quid, Allah swt befirman :

لولاك لولاك يامحمد لما خلق العالم.

Artinya : “seandainya tidak ada engkau ………………. Seandainya tidak ada engkau……………. Hai Muhammad, tentu alam ini tidak diciptkan.

Karena itu, wahai saudara –saudara sekalian, di antara kewajiban kita pada bulan yang agung ini adalah menjadikan bulan perayaan untuk mengingat kelahiran manusia agung. Dengan peringatan mauled nabi, umat islam bias mengambil pelajaran berharga dari sejarah hidup Rasulullah saw. Dan biografi sahabat beliau. Berapa banyak anak-anak muslim yang tidak mengetahui kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya. Bahkan sebagian mereka ada yang tidak mengenal islam kecuali hanya namanya.

Mereka tidak mengetahui nama-nama keluarga rasul sebagaimana mereka sangat mengenal nama-nama artis. Mereka tidak mengenal nama-nama para sahabat rasul sebagai mana mereka menghafal nama-nama para atlet. Mereka tidak mengenal nama-nama tokoh –tokoh islam dan para pahlawan. Sebagaimana mereka sangat mengenal nama-nama penyanyi dan penari. Akibatnya, mereka tidak bisa membedakan mana yang haq dengan yang batil, antara yang benar dan yang salah. Antara kebaikan dan keburukan dan antara orang baik dan orang jahat.

Saudara-saudara sekalian !

Inilah kebodohan yang sangat besar. Kebodohan yang menjadikan kaum muslimin di masa modern ini terlambat. Kebodohan yang menjadi otot-otot Islam melemah. Karena itu, adakan peringatan maulid nabi dengan berfikir dan merenung agar peringatan itu menjadi kekuatan baru yang membangitkan hati kaum muslimin dan mengembalikan kaum muslimin ke pangkuan petunjuk Rasulullah saw.

Maha Besar Allah yang memuji Rasulullah dengan firmannya :

وانك لعلى خلق عضيم .

Artinya : “ dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam:4)

wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh

--------

Pidato Agama Islam Tentang Ibu

Bismillahirrahmaanirahiiim

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

(Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin wasshalaatu wassalaamu 'alaa Asyrafil anbiyaa i wal mursaliin, ammaa ba'du)

Pertama-tama marilah kita panjatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT, karena Ia telah mentakdirkan dan menciptakan makhluk penyayang, yang menyayangi dan mengurus kita dari sejak kita membuka mata di alam dunia. Tiada lain makhluk itu adalah Ibu..

Shalawat dan salam kita panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman. Semoga kita diberi ketabahan dalam keimanan dan ketaqwaa, Amiin..

Bapak-bapak, Ibu-ibu yang dirahmati Allah SWT....

Berbicara tentang Ibu, tentunya kita sering mendengar kisah tentang maling kundang yang dikutuk menjadi batu.. karena apa? karena ia tidak mengakui pada sesosok wanita tua dan miskin, yang pada kenyataanya ia adalah ibu dari malin kundang..

Pada zaman sekarang ini, tidak ada anak yang benar-benar dikutuk menjadi batu.. tapi saya sedih, karena ternyata banyak anak yang durhaka pada orang tua, berdosa pada Ibu, berkata kasar, berbohong, dan bahkan tega berperilaku kasar pada orang tua. padahal ibu dengan ikhlas melahirkan, menyusui, dan merawat kita, saat kita masih lemah.

Allah SWT berfirman :

(wawashshaynaa al-insaana biwaalidayhi hamalat-hu ummuhu wahnan 'alaa wahnin wafishaaluhu fii 'aamayni ani usykur lii waliwaalidayka ilayya almashiiru)

Artinya : "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." (QS Luqman, 31:14)

Ibu lah yang merawat kita sejak kita bayi, balita, hingga kita dewasa pun kasih sayangnya tidak akan hilang. Karena pengorbanan yang besar inilah, kita wajib menyayangi ibu kita, lebih dari sayang kita pada orang lain ..

Seorang sahabat bertanya pada Rasulullah, "Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?" Nabi Saw menjawab, "ibumu...ibumu...ibumu, kemudian ayahmu dan kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu." (Mutafaq'alaih).

Karena itu, ada beberapa kewajiban kita sebagai anak pada orang tua :

1. Taat dan berbakti pada orang tua. selama mereka tidak memerintah pada kemusyrikan, dan kita tetap menjaga tata krama dan kebaikan. (silakan lihat Q.S Luqman, 31:15)

2. Mendoakan kedua orang tua. Diantara doa kita pada orang tua adalah,
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Q.S Ibrahim, 14:41)
“…”Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Q.S Al Israa’, 17:24) “…
”Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. (Q.S Maryam, 19:47)
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (Q.S Nuh, 71:28)

3. Menjaga ucapan kita agar tetap sopan, nada bicara jangan terlalu tinggi, jangan membentak, juga jangan menolak ketika diperintah. Jika tidak bisa, katakan dengan baik alasannya, jangan menggerutu (silakan lihat Q.S Al Israa’, 17:23)

Itulah beberapa pedoman kita untuk berbuat baik pada orang tua terutama terhada Ibu. mudah-mudahan kita, ibu-ibu kita, bapak-bapak kita, saudara-saudara kita, bersaudara dalam keimanan dan ketakwaan, sehingga dipertemukan kembali di surganya Allah SWT atas Ridho-Nya.. Amiin Ya Aalh Ya robal 'aalamiin


rabbiqfirlii waliwaalidaiya warhamhumaa kamaa rabbayaanii saghiiraa.. walhmadullihi rabbil 'aalamin


wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh

Rabu, 02 April 2014

Gadis SD Temukan Ayahnya Tewas Dibacok

SIGLI - Lindawati Nur (12), murid kelas VI SDN Gampong Alue, Kemukiman Tongpeudeung, Kecamatan Titeu, Pidie, sekira pukul 06.30 WIB, Selasa (1/4), menemukan ayahnya Hasbi Abdurrahman (40), tewas tergeletak bersimbah darah di jalan menuju kebun keluarganya.

Temuan itu segera dilaporkan ke Mapolsek Titeu, dan polisi langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP). Korban Hasbi diduga dibunuh dalam perjalanan menuju kebunnya di desa itu. “Biasanya ayah tidur di kebun menjaga tanaman yang akan panen,” ujar Linda, anak korban ditemui di rumah duka, Selasa (1/4).

* Semalaman tak Pulang

Menurut Linda, pada pagi itu, ia diminta ibunya untuk mencari ayahnya ke kebun, karena semalaman tidak pulang. Lalu dengan menyusuri jalan setapak Linda pergi ke kebun berjarak sekira 100 meter dari rumahnya.

Betapa terkejut dan histerisnya gadis kecil itu saat mendapati satu tubuh tergeletak di atas jalan setapak. Ia memastikan tubuh itu adalah jasad ayahnya.

Lalu ia berlari pulang memberitahukan kepada ibu dan keluarganya. Sampai akhirnya warga lain, polisi dan petugas medis membantu mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Ditiro, Sigli.

Informasi kematian, Hasbi yang sehari-harinya bertani dan berkebun cukup menggegerkan. Berita itu heboh sampai ke pusat kecamatan di Titeue. Hasbi memiliki istri bernama, Halimah (33) dan lima anak semua perempuan.

Anak tertuanya bernama Radiah, siswa Kelas III SMA Keumala. Kedua Fatimah Zahra, Kelas 1 SMA Lampoh Saka. Ketiga dan keempat Lindawati Nur dan Felizatun Jannah, kedua duduk di Kelas VI SD Alue Tongpeudeng.

Sedangkan yang bungsu bernama, Yusriani, masih berusia 5 tahun. “Linda dan Feli usia beda setahun sehingga sama-sama sekelas. Kalau yang bungsu belum sekolah,” kisah Syaribanun (70) ibu kandung, korban Hasbi.

Selama ini Hasbi bersama istri dan anak-anaknya tinggal di Alue Tongpeudeung. Sedangkan ibunya menetap di Gampong Pulo Cahi, Kecamatan Keumala. Jarak antara kedua desa berbeda kecamatan ini hanya terpaut 200 meter.

Kepada prohaba saat ditemui di rumah duka, Selasa (1/4), ibu korban yakni Syaribanun (70), benar benar terpukul dan tak sanggup menutupi kesedihannya. Matanya terlihat sembab dan sesekali berkaca-kaca.

Sesekali mulutnya komat komit menyebut lafaz Allah. “Anak saya tidak ada musuh, kenapa tega dibunuh. Kami orang miskin, tidak tahu urusan lain. Saya serahkan semua kepada Allah SWT,” ujar Syaribanun dengan bibir bergetar menahan isak.

Menurut dia, selama ini Hasbi sering pulang ke rumah karena berdekatan kampung. “Yang tidak datang cuma Hari Senin, biasanya dia mengunjungi saya dan melihat kondisi saya,” tutur Syaribanun.

Keuchik Gampong Pulo Cahi, Ilyas menuturkan pada malam sebelum korban dibunuh, sekira pukul 22.00 WIB, Senin (31/3) beberapa warga sempat melihat Hasbi masih minum kopi di warung Gampong Alue Tongpeudeng. “Setahu kami dia juga orang biasa tidak ada tersangkut dengan partai atau urusan politik lainnya,” ujarnya.

Menurut Keuchik, peristiwa ini cukup mengagetkan semua pihak. “Apalagi malam ini di kampung kami lagi persiapan dakwah maulid. Tiba-tiba sampai informasi ada yang meninggal,” kata Ilyas.

Saat ditemukan, jasad Hasbi mengalami luka bacok di bagian leher belakang dan jari jempol kanan putus. Sementara sepeda motor jenis Yamaha VGR masih utuh terletak di pinggir jalan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Prohaba, kemarin, menyebutkan, Hasbi Abdurrahman bekerja sebagai petani baru tiga bulan tinggal di gampong istrinya di Alue Toengpeudeung. Sebelumnya Hasbi tinggal di kawasan translok di Kecamatan Keumala. Di gampong istrinya itu, Hasbi bersama istrinya Halima dan lima anaknya yang semuanya perempuan menempati sebuah kebuk yang dibangun di dalam kebun. Selama ini aktifitas Hasbi bertani kacang dan padi di kebun miliknya itu. Bahkan, Hasbi sering bergadang malam menjaga padi, agar tidak diganggu binatang hutan. Pada malam naas itu, Hasbi berpamitan kepada istrinya untuk membeli rokok di kios. “Saya bilang pada suami saya, jangat terlambat pulang saya tidak berani tinggal bersama anak-anak di kebun,” kata Halimah (35) kepada Prohaba, Selasa (1/4).

Lantas, Hasbi menghidupkan sepmornya melintasi jalan setapak menuju kios di kampung itu dengan jarak sekitar satu kilometer. Jalan yang dilalui Hasbi itu tidak ada rumah penduduk, melainkan tumbuhan liar dan kebun masyarakat. “Saya curiga karena sekitar pukul 06.00 WIB, suami saya tak kunjung pulang ke rumah. Akhirnya saya menyuruh anak saya Lindawati Nur untuk mengecek keberadaan ayahnya,” kata Halimah yang nyaris terisak.

Kata Halimah, saat anaknya itu berjalan sekitar 200 meter, dia menemukan ayahnya tergeletak di tanah dengan kondisi berdarah dan tidak bernyawa. Sementara sepeda motor masih ada di samping ayahnya itu. “Anak saya menjerit sambil menangis dengan memberitahukan kepada saya, bahwa ayahnya telah dibunuh. Akhirnya saya melaporkan kepada keuchiek setempat,” kata Halimah.

Ia menjelaskan, selama ini Hasbi baik dengan masyarakat. Juga dia tidak menceritakan padanya jika memiliki musuh atau masalah. Halimah terkejut jika Hasbi dibunuh oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya. “Saya berharap kepada polisi segera menangkap pelaku yang membunuh suami saya dan harus dihukum berat. Saya tidak mengetahui apa motif suami saya dibunuh,” kata Halimah yang didampingi keluarganya.

Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Ibrahim SH, yang dihubungi Prohaba, kemarin, mengatakan, saat ini polisi masih melakukan lidik terhadap Hasbi Abdurrahman yang tewas dibunuh menggunakan parang. Pembunuhan tersebut diduga ada kaitan dengan dendam lama. “Tapi, itu baru hasil sementara kita. Hingga kini kasus tersebut masih dalam pengembangan polisi. Luka korban di bagian leher belakang dan jari jempol kanan putus,” katanya.

“Kita mendoakan cepat tertangkap. Korban telah dikebumikan kemarin di Gampong Pulo Cahi, Kecamatan Keumala,” demikian Kasat Reskrim Polres Pidie.(aya/naz)

Editor : Bakri
Sumber : Prohaba

Mobil Berstiker PA Ditembak Pakai AK

BIREUEN - Pelaku yang menembaki mobil Kijang kapsul LGX yang ditempeli stiker dan gambar caleg Partai Aceh (PA), Senin (31/3) malam di Desa Geulanggang Teungoh, Kota Juang Bireuen, diperkirakan polisi lebih dari satu orang. Mereka menggunakan senjata serbu laras panjang jenis Avtomat Kalashnikova (AK).

Warga menggotong jenazah Juwaini, korban penembakan di Desa Lheu Simpang, Jeunieb,
                                          Bireuen, Selasa (1/4).

Pelaku menembak sasarannya dari atas sepeda motor dari jarak 5-6 meter saat mobil sedang melaju mengangkut 12 penumpang (bukan sebelas -red) di kawasan kuburan Cina, Desa 
Geulanggang Teungoh. Akibatnya, kaca belakang mobil ditembus lima peluru, dua lubang dekat karet kaca, dan satu lagi di dekat pelat nomor polisi mobil BK 1216 HQ itu. Sedangkan satu peluru tembus hingga ke kaca depan.

Kesimpulan itu diperoleh penyidik setelah melakukan olah tempat kejadian setelah kejadian dan dilanjutkan Selasa (1/4) pagi.

Kapolres Bireuen, AKBP M Ali Khadafi SIK yang didampingi sejumlah Kasat serta tim identifikasi di lokasi kejadian mengatakan, saat dilakukan olah lokasi Senin malam ditemukan empat selongsong peluru. Paginya ditemukan empat lagi. Dua proyektil peluru didapat di dalam mobil dan tiga proyektil dari tubuh korban yang meninggal.

Kuat dugaan, kata Kapolres, pelaku sudah membuntuti mobil tersebut. “Tapi apakah sudah dibuntuti sejak dari Jeunieb atau setiba di Bireuen, tim sedang menelusurinya,” kata Ali Khadafi.

Saat kejadian, kata Kapolres, ia bersama sejumlah anggota sedang patroli di ruas jalan nasional di kawasan Cot Gapu Bireuen, berjarak 3 kilometer dari lokasi kejadian. “Saya dengar dari kejauhan ada suara letusan senjata api sembilan kali,” ujarnya.

Mendengar dentuman itu, Kapolres memerintahkan anggotanya menyelidiki asal suara tembakan. Sepuluh menit kemudian masuk telepon dari pegawai Puskesmas Kota Juang Bireuen yang mengabarkan telah terjadi penembakan. Sejumlah korban malah sedang berada di depan puskesmas tersebut. Puluhan polisi segera dikerahkan ke puskesmas untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit serta mengamankan yang selamat ke Mapolres Bireuen.

Hasil olah di lokasi, dari sembilan suara tembakan, delapan selongsong ditemukan dan sejumlah serpihan kaca mobil diamankan sebagai barang bukti. Dalam mobil yang ditumpangi 12 orang itu, tiga meninggal dan satu masih dalam perawatan di rumah sakit.

Kapolres mengatakan, sudah memeriksa delapan orang saksi. Terungkap bahwa saat beraksi pelaku mengendarai kendaraan roda dua jenis matic dan menembak dari jarak dekat. “Kami belum bisa menyimpulkan apakah insiden ini terkait dengan pemilu atau tidak. Fokus utama kami adalah memburu pelaku,” ujar Kapolres.

Untuk mempercepat pengungkapam siapa pelaku penembakan brutal di Bireuen itu, tim dari Polda Aceh sudah tiba di Bireuen kemarin siang. Akan datang satu tim lagi untuk membantu penyelidikan.

Puluhan anggota dari Polres Bireuen dibantu dari Brimob dan dari Polda Aceh sedang melakukan tugasnya menurut bidang keahlian masing-masing, termasuk bidang teknologi informasi. Keterangan yang didapat sementara, kata Kapolres, pelaku setelah menembak melarikan diri ke arah BTN Kupula Indah dan memutar balik kembali ke Bireuen melalui ruas jalan desa.

Kapolres mengharap bantuan masyarakat bila melihat atau memperoleh informasi terkait kasus penembakan itu agar segera bisa diungkap.

Fakrurrazi (35), warga Blang Poroh, Jeunieb, salah satu korban penembakan di Bireuen, setelah mendapat penanganan di RSUD Bireuen dan pembersihan serpihan peluru sekitar pukul 04.00 WIB, Selasa (1/4) kemarin dirujuk ke Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, karena masih kritis.

Direktur RSUD Bireuen, dr Mukhtar MARS mengatakan, korban mengalami luka di bagian belakang kemudian ditangani bagian bedah. Serpihan peluru sudah dibersihkan. Tapi untuk penanganan yang lebih baik, korban dibawa ke Banda Aceh sebelum shalat subuh kemarin.

Fakrurrazi Selasa (1/4) kemarin menjalani operasi di RSUZA. “Operasi pengangkatan dua proyektil peluru yang bersarang di tubuh korban berhasil dilakukan oleh tim dokter RSUZA,” demikian dikatakan Spesialis Bedah Toraks dan Cardio Vascular RSUZA Banda Aceh, dr Suhardi SpBTKV yang dihubungi Serambi tadi malam.

* Tiga Korban Dikubur Satu Liang

Sementara itu, tiga korban penembakan tersebut, Juwaini dan putranya, Khairil Anwar (1,5 tahun), warga Desa Lheu Simpang, serta Azirawati, siswi kelas dua MAN Jeunieb (adik ipar Juwaini), warga Desa Blang Poroh, Jeunieb, dikebumikan dalam satu liang di Desa Lheu Simpang, Jeunieb, Bireuen, Selasa (1/4/) siang.

Ketiganya tewas tertembak saat hendak membawa salah seorang keluarganya berobat ke tabib di kawasan Desa Buket Teukuh, Kota Juang, Bireuen. Mobil Kijang Kapsul yang disopiri Muhibuddin (36), bergambar caleg PA yang ditumpangi para korban, ditembaki di tikungan kawasan kuburan Cina Geulanggang Teungoh, Kota Juang, Bireuen, Senin (31/3) sekira pukul 21.00 WIB.

Sebelum dikebumikan, jenazah Juwaini dan putranya Khairil Anwar dishalatkan di Meunasah Desa Lheu Simpang. Sedangkan jenazah Azirawati (adik ipar Juwaini) dishalatkan di rumah orang tuanya, Desa Blang Poroh, Jeunieb. Ratusan warga melayat ke rumah duka. Terlihat di antaranya Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Bireuen, Darwis Jeunieb, serta beberapa anggota KPA setempat. “Juwaini merupakan mantan kombatan GAM wilayah Batee Iliek. Selama ini ia aktif sebagai tim sukses salah seorang Caleg DPRK dari Partai Aceh,” kata Darwis Jeunieb. (yus/c38/mir)

Sumber Serambi Indonesia

Senin, 24 Maret 2014

Perekonomian yunani kuno


Salah satu tulang punggung bagi perekonomian Yunani adalah laut dan pelayaran. Banyak orang Yunani yang bekerja dengan mengandalkan pelayaran.

Sejumlah orang Yunani menjadi nelayan dan menjual sebagian hasil tangkapannya di pasar. Beberapa lainnya adalah pedagang yang menjual barang dagangannya ke negeri-negeri yang jauh melalui laut.

Ada pula orang Yunani yang menjadi tentara bagi negara kotanya, mereka menaklukan kota lainnya dan memaksa kota taklukannya memberi upeti. Banyak juga pelaut Yunani yang bekerja sebagai tentara bayaran, menyewakan tenaga dan kapal mereka untuk bertempur bagi negara lain seperti Mesir atau Persia.

Yang terakhir, ada orang Yunani yang menjadi perompak, yang menyerang kapal atau pemukiman dan menjarah barang-barang berharga.

Pada kenyataannya, pengelompokkan pekerjaan tersebut tidaklah tetap, sehingga ada orang yang terkadang menjadi nelayan, terkadang menjadi peromak, dan terkadang menjadi tentara bayaran.

Minggu, 23 Maret 2014

BIAYA MENIKAH DENGAN GADIS ACEH

Jika anda laki laki dan berkeinginan menikahi gadis Aceh, maka berhenti sejenak dan merenunglah. Apakah pilihan anda sudah tepat?? Apakah tidak terlalu beresiko jika anda memilih gadis Aceh sebagai pasangan hidup?

Memang tidak ada laki laki yang tidak ingin menikah. Bagi mereka [yang normal] memiliki pasangan yang sah adalah kebutuhan. Perempuan membutuhkan perlindungan dari laki laki. Sebaliknya laki laki membutuhkan sisi lembut dari seorang perempuan.

Namun dalam sudut pandang laki laki, setidaknya ada dua alasan yang menjadi pertimbangan ketika hendak menikah. Yakni masalah kesiapan mental dan materi.

Saya hanya akan mengulas tentang alasan kedua yaitu tentang persoalan materi. Jujur soalan ini kerap mengganggu pikiran kaum laki laki. Menikah tentu bukan hanya soal cinta dan sayang. Pada kenyataannya menikah membutuhkan dana. Jumlahnya pun tidak sedikit. Mulai dari biaya untuk acara tunangan, mahar, pernikahan, resepsi belum lagi biaya untuk memenuhi kehidupan setelah menikah. Syukur syukur jika semuanya ditanggung oleh orang tua, tapi bukankah kesiapan materi juga menunjukkan kesiapan untuk menikah?

Berapa biaya untuk menikahi gadis Aceh?

Di Aceh, mahar yang diberikan kepada calon istri jarang dalam bentuk seperangkat alat shalat. Biasanya mahar yang diberikan dalam bentuk emas. Hitungannya pun bukan dalam bentuk gram melainkan mayam. Satu mayam senilai dengan 3,3 gram. Pernah satu mayam menyentuh harga 1,8 juta rupiah. Namun ketika catatan ini saya tulis, harga emas satu mayam berkisar antara 1,6 hingga 1,7 juta rupiah.

Nah kisaran mahar di Aceh dimulai dari tiga hingga 25 mayam. Bahkan bisa diatas angka tersebut tergantung siapa gadis yang hendak dilamar. Kalau menikahi seorang gadis dengan mahar 10 mayam maka setidaknya uang yang harus disiapkan sebesar 16 hingga 18 juta rupiah. Itu baru mahar ya! Nah tinggal bayangkan saja jika yang dinikahi itu maharnya 20 atau 30 mayam. Untuk mahar saja bisa menghabiskan biaya 30 hingga 40 juta rupiah!!

Biasanya penentuan mahar sangat tergantung dari asal gadis tersebut. Beda daerah beda pula adat dan budaya nya. Adat di Aceh Besar tentu berbeda dengan di Aceh Utara. Aceh Barat juga punya budaya yang berbeda dengan Aceh Tengah. Di Aceh ada 23 Kabupaten kota yang masing masing memiliki adat yang masih di junjung tinggi. Selain itu terkadang tingkat pendidikan, pekerjaan si gadis serta tingkat ekonomi keluarga kerap menjadi indikator dalam penentuan besaran mahar.

Sebelum menikah, sebagian keluarga ada yang menggelar acara tunangan. Jika melaksanakan prosesi ini, maka calon mempelai laki laki juga turut menyerahkan sebuah cincin emas. Selain cincin juga turut dibawa seserahan seperti bahan pakaian dan makanan. Namun jumlah seserahan ini biasanya hanya simbolis dengan jumlah yang terbatas.

Cincin ini dipakai oleh si calon mempelai perempuan sebagai tanda jika dirinya sudah dilamar oleh seseorang. Biasanya cincin yang diberikan antara dua hingga tiga mayam. Bedanya cincin tunangan bisa dimasukkan kedalam bagian mahar. Misalnya seorang gadis dilamar dengan mahar 10 mayam. Sebelumnya dia sudah menerima cincin sebesar dua mayam. Maka ketika pada hari aqad, emas yang diserahkan oleh pihak laki laki hanya tersisa delapan mayam lagi.

Tapi ada juga adat, dimana cincin tunangan tidak termasuk dalam mahar atau hanya setengah nya saja. Misal kalau cincin tunangan dua mayam maka satu mayamnya dihitung sebagai mahar, sedangkan sisanya tidak. Ini semua sangat tergantung kebijakan atau budaya yang berlaku dalam keluarga calon mempelai perempuan.

Selain biaya untuk membeli cincin tunangan dan mahar, masih ada biaya lain yang harus dipersiapkan. Beberapa daerah di Aceh ada yang memberlakukan adat yang disebut “uang hangus” dan “isi kamar”. Ini artinya si calon suami menyerahkan sejumlah uang “bantuan” untuk resepsi di tempat calon istri termasuk perabotan kamar tidur. Perabotan kamar tidur terdiri dari tempat tidur, lemari dan meja rias. Nominalnya berkisar dari sembilan juta rupiah ke atas. Tapi ingat tidak semua daerah di Aceh memberlakukan adat ini. Bahkan karena alasan tertentu, adat ini bisa dihapus oleh keluarga mempelai perempuan meski di daerah nya memberlakukan adat seperti itu.

Ketika acara antat linto, atau mengantar mempelai laki laki ke rumah dara baro [mempelai wanita], maka linto harus membawa seserahan. Seserahan ini terdiri dari bahan pakaian seperti kain renda [brokat], batik dan songket. Bahan pakaian juga sering digabung dengan tas dan sepatu. Biasanya dipadankan dengan warna yang sama. Selain pakaian, tas, dan sepatu tentu masih ada seserahan yang lain. Apa saja itu, tergantung dari kemampuan si linto. Tidak ada paksaan berapa jumlah seserahan yang diberikan.

Supaya lebih mudah saya akan membuat ilustrasi sederhana, berapa biaya yang dibutuhkan untuk menikahi gadis Aceh. [dihitung semua item]

Cincin tunangan (2 mayam) Rp. 3.200.000,-
Seserahan saat tunangan    Rp. 800.000,-
Mahar (10 Mayam)             Rp. 16.000.000,-
Seserahan saat resepsi        Rp. 5.000.000,-
Uang Hangus                      Rp. 6.000.000,-
Isi Kamar                           Rp. 15.000.000,-
Biaya Resepsi                    Rp. 20.000.000,-
                                       ==============
Total                                 Rp. 66.000.000,-

[Masih di bawah 100 juta....]

Memang kalau dihitung hitung ternyata mahal juga ya menikah dengan gadis Aceh. Namun meski mahal, KUA di Aceh tetap saja dipenuhi oleh pasangan yang mengantri untuk menikah. Bahkan agar bisa menikah di Mesjid Raya Baiturrahman, harus mendaftar minimal sebulan sebelumnya.

Lalu apa keunggulan atau kelebihan para perempuan Aceh?

Secara fisik, gadis Aceh dikenal cantik dan manis. Hal ini karena mengingat percampuran Aceh dengan banyak bangsa. Aceh biasa disebut dengan Arab, Cina, Eropa dan Hindia. Maka jangan heran kalau ke Aceh Jaya tepatnya di Lamno anda akan menemukan gadis bermata biru layaknya perempuan di Eropa. Sementara jika ke Pidie banyak gadis India. Sedangkan jika ke wilayah tengah Aceh, maka perempuan perempuan disana berkulit putih, bermata sipit seperti gadis Cina.

Selain itu perempuan Aceh dikenal setia. Dulu laki laki Aceh kerap merantau. Pulangnya pun juga dalam waktu yang lama. Tapi tidak ada istri yang menggugat cerai karena alasan jablay. Istri akan tetap menunggu hingga suaminya pulang. Selama menanti suami pulang tentu si istri memahami bagaimana cara menjaga kehormatan diri.

Kelebihan lain adalah perempuan Aceh juga dikenal “tahan banting” terhadap kemiskinan. Jarang terdengar seorang istri meninggalkan anak dan suami hanya tidak sanggup hidup dalam keterbatasan. Dalam prinsip hidup perempuan Aceh, miskin bukan berarti harus terhina. Makanya perempuan di Aceh juga sangat mengerti cara menjaga kehormatan tidak hanya kerhormatan diri tapi juga keluarga.

Lazimnya, perempuan Aceh juga taat kepada suami. Sehebat apapun perempuan ketika masih sendiri, kala menikah dia sadar harus menjadi makmum. Imam dalam keluarga adalah suami. Bukan berarti ini menunjukkan kerdilnya perempuan Aceh dalam biduk rumah tangga. Ini hanya cara perempuan Aceh memahami ajaran agama.

Kelebihan perempuan Aceh lainnya adalah rela berkorban demi suami. Satu hal yang harus dipahami tantang mahar. Prinsipnya mahar adalah sepenuhnya milik istri. Suami tidak boleh mengganggu gugat. Namun hebatnya perempuan Aceh, dia rela menjual emas tersebut untuk membantu meringankan beban suami. Makanya tidak jarang ada yang menjual maharnya untuk membantu modal bisnis suami. Ada pula untuk membeli tanah atau membangun rumah. Tapi yang jelas mahar tidak diberikan jika suami berencana menikah lagi J

Meski demikian tentu saja kita tidak bisa memungkiri jika ternyata ada juga gadis Aceh yang tidak sesuai dengan uraian diatas. Gadis Aceh ada juga yang tidak setia. Atau terlalu “gagah” didepan suami. Tidak sedikit gadis Aceh yang ilmu agamanya cukup untuk dirinya saja. Tapi untuk konteks ini kita harus melihatnya dengan seimbang. Bahwa sekelompok kecil mereka tentu tidak bisa menutupi kelompok besar perempuan Aceh yang memiliki kualitas diatas rata rata.

Bukan bermaksud menyinggung atau menempatkan perempuan sebagai komoditas. Yang jelas tidak perlu khawatir melamar gadis Aceh meski terhitung berbiaya tinggi. Sebab masih banyak diantara mereka yang memberi kemudahan dalam penentuan mahar. Saya teringat dengan seorang penulis asal Aceh. Pada bencana tsunami 2004 lalu, dia dan keduanya anaknya menjadi korban. Mereka syahid [insyaAllah] diterjang gelombang. ketika almarhumah menikah dulu, maharnya hanya surat Al-Anfal. Mungkin tidaklah berlebihan jika menyebut gadis Aceh selayak bidadari surga yang berada di dunia.

So Masih berpikir untuk menikahi gadis Aceh??
Gimana Komentar Anda?


SUMBER : http://arielkahhari.wordpress.com/


Ustad Solmed Ceramah di Beureunuen nanti malam

SIGLI - Ustad Saleh Mahmud Munawir atau kerap dipanggil Ustad Solmed dari Jakarta, Minggu (23/3) malam atau Malam Minggu setelah Sholat Insya Berjamaah di Mesjid Abu Beureu'e,yang dijadwalkan akan menjadi penceramah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Terminal Kota Beureunuen Pidie.

“Kami mengundang dua Penceramah dalam acara tersebut, yaitu Ustad Solmed dari Jakarta dan Tgk H Muhammad Nur Hasballah dari Pidie Jaya,” kata ketua panitia, H Jamal Abadi.

Sedangkan yang membaca Al-Quran dalam acara tersebut, kata H Jamal, H Darwin Hasibuan S.pdi
dari Medan (Sumatera Utara) yang merupakan juara MTQ tingkat international di India.

Menurut H Jamal, dalam acara tersebut juga akan dilengkapi dengan hiburan bernafaskan Islam yaitu kelompok nasyida moderen. “Kami juga akan menyantuni 1.500 anak yatim dari Kecamatan Mutiara dan Mutiara Timur,”katanya.

Sabtu, 22 Maret 2014

Aceh Utara Bergolak

LHOKSEUMAWE - Serentetan peristiwa kekerasan terkait pemilu terjadi di Aceh Utara sepanjang hari kemarin. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, setidaknya terjadi empat aksi kekerasan, di empat lokasi terpisah. Peristiwa-peristiwa ini menyasar kader dan simpatisan dua partai lokal, yakni Partai Nasional Aceh (PNA) dan Partai Aceh (PA).

Selain insiden penembakan terhadap kader PA di jalan Medan-Banda Aceh di Desa Ulee Pulo (Lihat, Mobil ‘Tank’ PA Didor, Satu Kader Terluka), tiga peristiwa lainnya menyasar kader dan fasilitas milik PNA.

Ketiga peristiwa ini adalah, pengeroyokan terhadap dua Satgas PNA di Desa Paya Rabo Kecamatan Sawang Aceh Utara, terbakarnya Sekretariat Dewan Pimpinan Kecamatan PNA Muara Satu Lhokseumawe di Desa Meuria Paloh Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, serta perusakan rumah caleg DPRA dari PNA.

Satu hari sebelumnya, massa PNA mendatangi Mapolres Aceh Utara untuk mempertanyakan tentang penculikan kadernya, dan Kamis dini hari adanya penembakan rumah kader PNA menggunakan senjata air soft gun. (Lihat, Massa PNA Datangi Polres Aceh Utara)

Pengeroyokan
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Informasi dihimpun Serambi malam tadi, dua Satgas PNA, yakni Armiya (24) dan Tauhid (25) warga Desa Meunasah Pulo Kecamatan Sawang Aceh Utara, menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang. Sekretaris PNA Aceh Utara, Sofyan yang ditemui di RS Kesrem menuding pelaku adalah massa Partai Aceh.

Namun, hal ini dibantah oleh Ketua KPA/PA Aceh Utara Tgk Zulkarnaini. Pria yang akrab disapa Tgk Ni ini mengatakan, sepanjang hari kemarin dan tadi malam hanya ada satu laporan peristiwa kekerasan, yakni penembakan yang menimpa mobil milik Partai Aceh (PA), di lintasan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Ulee Pulo, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Jumat (21/3) sekitar pukul 19.30 WIB.

Tgk Ni mengatakan tidak mengetahui ada kejadian penganiayaan dan sejumlah aksi lainnya pasca tertembaknya kader mereka. “Belum ada laporan, saya sekarang sedang menunggu hasil di rumah sakit karena kader PA ditembak,” ujarnya.

Sekretaris PNA Aceh Utara, Sofyan mengatakan, insiden pengeroyokan yang menimpa Armiya dan Tauhid terjadi di Desa Paya Rabo, Kecamatan Sawang. Menurutnya, insiden ini terjadi secara tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas. “Mereka sedang duduk di sebuah warung, tiba-tiba datang massa langsung mengeroyok keduanya hingga babak belur,” kata dia.

Warga di lokasi kemudian membawa keduanya ke rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe untuk mendapat pertolongan medis. Amatan Serambi di RS Kesrem malam tadi, muka kedua satgas PNA tersebut remuk, mulut keduanya dipasang alat oksigen untuk membantu pernafasan.

Rumah dirusak
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Tak lama berselang, sekelompok pria juga merusak mobil dan rumah mertua Dedi Safrizal, caleg PNA Aceh Utara untuk DPR Aceh, di Desa Cot Murong Kecamatan Muara batu, Aceh Utara. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. “Pelakunya juga sama, mereka memecahkan kaca mobil dan kaca rumah,” kata Sofyan.

Massa yang sama, lanjut Sofyan, kembali beraksi dengan membakar Sekretariat Dewan Pimpinan Kecamatan PNA Muara Satu Lhokseumawe. “Pembakaran terjadi sekitar pukul 21.15 Wib. Kami berharap polisi mengusut tuntas kasus ini, guna memastikan bahwa hukum benar-benar ditegakkan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan pukul 00.00 Wib, Serambi belum memperoleh informasi dari pihak kepolisian terkait serangkaian insiden tersebut.(jf/bah)

Sumber : Serambi Indonesia

Mobil ‘Tank’ PA Didor, Satu Kader Terluka

LHOKSUKON – Mobil hias mirip mobil tank (kendaraan tempur lapis baja) milik Partai Aceh (PA) ditembak di lintasan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Ulee Pulo, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Jumat (21/3) sekitar pukul 19.30 WIB. Akibatnya, seorang kader PA, yakni Ahmad Syuib (32), asal Desa Alue Buket, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, tertembak di rusuk kirinya. Peluru bersarang di punggungnya.

Kejadian itu berawal ketika rombongan massa PA pulang naik sejumlah mobil dari Kecamatan Sawang seusai menghadiri kampanye. Mereka beriring-iringan di jalan lintas nasional menuju Lhokseumawe.

Setiba di kawasan Ulee Pulo, mereka dengar satu kali suara letusan senjata api. Bersamaan dengan itu dari dalam mobil yang dihias mirip tank terdengar suara seorang pria berteriak, memberi kode bahwa ada yang terkena tembakan.

Laju mobil itu pun dihentikan. Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit PT Arun menggunakan mobil jenis Double Cabin.

Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Samudera Pase, Tgk Zulkarnaini Hamzah kepada Serambi tadi malam menyebutkan bahwa ia sudah mendapat informasi tentang adanya kader PA ditembak di kawasan Dewantara sepulang kampanye. Ia menyesalkan adanya insiden tersebut. Apalagi pada dasarnya sejak bepergian hingga pulang dari kampanye akbar yang mereka gelar, semuanya sudah berlangsung tertib. “Karenanya kita harapkan pihak polisi bisa mengusut tuntas insiden penembakan ini,” jelasnya.

Tgk Zulkarnaini pun mengaku tak mengetahui pihak mana yang melakukan penembakan terhadap kadernya. Namun begitu, dia imbau seluruh kader PA agar tidak terprovokasi atas kejadian tersebut. “Kita serahkan semuanya kepada polisi untuk bisa mengusut tuntas kejadian ini,” ujarnya.

Direktur RS Arun, dr Syaruddin, menyebutkan bahwa kondisi korban penembakan itu dalam keadaan stabil. Ia tertembak di bagian rusak kiri, sehingga peluru masuk hingga ke punggungnya. “Untunglah tidak mengenai paru-paru, tapi korban harus dioperasi,” ungkapnya.

Pantuan Serambi, sekitar pukul 21.00 WIB tadi malam, korban sudah dimasukkan ke dalam kamar operasi untuk mengambil proyektil di dalam tubuhnya. Sementara di bagian teras dan luar rumah sakit dipenuhi kader PA baik pria maupun wanita.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Joko Surachmanto, melalui Kapolsek Dewantara Iptu Erpansyah mengakui adanya kejadian itu. Namun, dia tidak memberikan penjelasan detail. “Benar ada kejadian tersebut. Pelaku hanya menembak satu kali dan ternyata korban terkena tembakan,” pungkas Iptu Erpansyah. (bah/jf)

Sumber : Serambi Indonesia

Jumat, 21 Maret 2014

GAYO MENCEKAM

TAKENGON - Penyerangan Kantor Partai Aceh (PA) dibarengi pengrusakan dan pembakaran oleh massa PETA di Takengon, Selasa (18/3) malam berbuntut munculnya aksi balasan oleh massa PA, Rabu (19/3) siang. Suasana kedua kabupaten di dataran tinggi Gayo tersebut--Aceh Tengah dan Bener Meriah--sepanjang siang hingga lepas magrib tadi malam sempat mencekam.

Mencekamnya suasana di Takengon dan Bener Meriah sepanjang siang kemarin dikarenakan munculnya gelombang massa dari kawasan pesisir yang menggunakan belasan unit mobil pribadi berstiker PA serta gambar caleg dari partai lokal tersebut.

Masyarakat di kedua kabupaten itu bertambah takut setelah tersiar kabar dari media sosial bahwa terjadi pembakaran tiga unit mobil dan pengrusakan delapan unit lainnya di Puskud milik Tagore Abubakar, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Letusan senjata yang terdengar beberapa kali semakin memunculkan ketakutan masyarakat.

Di sepanjang jalan yang dilintasi, mulai dari kawasan Bener Meriah hingga Aceh Tengah, massa terlihat merusak dan menurunkan atribut kampanye milik Tagore Abubakar, caleg DPR RI dari PDI-P. Tagore Abubakar adalah Ketua Pembela Tanah Air (PETA) Aceh. Massa dari organisasi ini pula yang pada Selasa malam terpantau menyerang Kantor PA Takengon.

Masuknya iring-iringan mobil massa PA ke Takengon sekitar pukul 13.00 WIB disikapi oleh Polres Aceh Tengah dengan menyebar personel mengamankan sejumlah lintasan utama seperti Desa Paya Tumpi yang merupakan pintu masuk Takengon dan Simpang Empat, Kecamatan Bebesen. Pengamanan juga diperketat di Simpang Wariji dan Simpang Lembaga, Kecamatan Bebesen.

Di sejumlah kawasan dalam wilayah kota Takengon, massa PA berpatroli dengan kendaraan atau jalan kaki sambil menenteng parang. Atribut-atribut PDI-P di sepanjang jalan dirusak dan diturunkan massa.

Massa juga sempat menuju kediaman Tagore Abubakar di Kampung Kuteni Reje, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah. Namun polisi mengendalikan situasi sehingga iringan PA melanjutkan konvoi ke Jalan Yos Sudarso dan berhenti sejenak di Simpang Lembaga, Kecamatan Bebesen. Sekira pukul 18.00 WIB, setelah berbincang dengan Kapolres Aceh Tengah, massa kembali ke Bener Meriah.

Ba’da magrib, Muspida Plus Aceh Tengah dan Bener Meriah serta unsur pimpinan dari pihak yang bersinggugan menggelar musyawarah di Gedung DPRK Bener Meriah untuk mencari solusi penyelesaian kisruh yang bisa berdampak buruk terhadap perdamaian tersebut. (gun)

Sumber : Serambi Indonesia